Jumat, 18 November 2016
SMAN I Bolo Siap Hadapi Lomba CC Perbankan tingkat NTB
SMAN 1 Bolo patut berbangga dengan deretan prestasi. Mengikuti lomba cerdas cermat (CC) tingkat Provinsi NTB, selain tentang Kepemiluan, juga Perbankan. Ada juga stand up commedy yang diwakili guru.
Kepala SMAN 1 Bolo, Saidin, S.Pd, M.Pd mengatakan siswa yang mengikuti lomba CC Perbankan tingkat NTB adalah A’raf Adi Nugroho, Ummu Asyifa, M. Faiji. Sedangkan stand up diwakili oleh guru, Samsul, S.Pd.
Dikatakannya, lomba CC Ke-bank Sentralan meliputi meteri Bank Sentral, Bank Indonesia (BI), Tokoh Ekonomi, serta tentang perbankkan di Pulau Sumbawa. Kegiatan lomba sendiri akan dipusatkan di Sumbawa Besar.
Untuk peserta CC, kata dia, langsung masuk babak semifinal. CC dibagi dalam lima bagian, yang mendapat akumulasi poin tertinggi menjadi juara.
Diharapkannya, peserta CC dapat menembus final dan meraih juara pertama. Untuk diharapkannya dukungan semua civitas sekolah untuk mendukung dan menyiapkan siswa menghadapi lomba tersebut. “Semoga saja bisa mendapat juara,” harapnya didampingi oleh guru pembimbing siswa, Dewi Erisanti, SE.
Apalagi, siswa SMAN 1 Bolo juga akan menghadapi lomba CC Kepemiluan di Mataram.
Sumber: bimakini
Jumat, 11 November 2016
Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bank NTB Konversi ke Bank Syariah
Bank berbasis syariah terus menjadi idola bagi kalangan masyarakat. Hal ini merupakan bentuk positif dari peran bank syariah yang manfaatnya dirasakan. Selain karena adanya larangan praktik riba, prinsip berdasarkan syariah jauh dari ke kegiatan-kegiatan keuangan yang penuh dengan spekulasi.
Sebagai bank yang melaksanakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip syairah Islam, bank syariah beroperasi dengan tuntunan Alquran dan Sunnah. Baru-baru ini, beredar kabar bahwa Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berbasis konvensional akan dikonversi menjadi bank umum syariah.
Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, proses konversi bank konvensional menjadi bank umum syariah sudah diatur dalam peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan OJK. Dengan demikian, proses perizinannya nanti akan dilakukan di Jakarta, termasuk untuk Bank NTB yang berencana transformasi sebagai bank umum syariah.
Lebih lanjut dirinya menilai konversi Bank NTB menjadi bank umum syariah akan berdampak positif bagi perkembangan industri syariah di masa depan. “Konversi dari konvensional ke syariah ini harus memberikan manfaat masyarakat bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Rabu (5/10).
Terkait kekhawatiran beberapa pihak atas wacana tersebut, Soekro enggan berspekulasi mengingat konversi ini sudah melalui sejumlah tahapan sebelumnya sebelum diputuskan. “Ada beberapa tahapan, pertama, tentunya menyiapkan sesuai dengan ketentuan yang diatur OJK, salah satunya semacam penyiapan legalitas, penyiapan infrastruktur, dan penyiapan SDM yang dilakukan Bank NTB,” katanya.
Ia memaparkan konversi menjadi bank umum syariah tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya SDM dan IT yang kuat serta dukungan masyarakat yang ikut andil mendorong pertumbuhan perbankan syariah.
Selain itu, pengembangan industri perbankan syariah, OJK menyambut baik upaya-upaya pemangku kepentingan yang ingin mengembangkan ekonomi syariah. “Alasannya adalah sejak 2008 lalu, Presiden sudah mencanangkan Indonesia harus menjadi sentral ekonomi syariah di dunia,” paparnya.
Karena itu, Presiden Joko Widodo telah membentuk sebuah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan diketuai langsung oleh Presiden. Ia menambahkan, OJK menyambut baik, mendukung dan akan siap mengawal beberapa hal dari sisi konversi sebab ini merupakan amanah Undang-Undang. “Terdapat salah satu pasal di UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah yang mengamanahkan tumbuh kembangnya industri perbankan syariah,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan konversi Bank NTB merupakan salah satu program yang terus dimatangkan. “Hal ini tentu merupakan sebuah langkah besar dan butuh kesungguhan dari semua pihak dan sekaligus menjadi ladang pembelajaran dalam memastikan keseluruhan informasi yang komperhensif, dan langkah yang matang," jelasnya.
Zainul berharap peralihan sistem bank konvensional menjadi bank syariah, tidak mengakibatkan adanya kontra produktif dari publik. “Saya percaya bahwa sistem syariah itu lebih baik. Tetapi operasionalisasinya tentu membutuhkan kemampuan dan sinergi manusia, maka disinilah NTB perlu mempersiapkan manusia yang baik, dan SDM yang mumpuni sehingga keyakinan dan kenyataan sejalan,” pungkasnya.
Sumber: gomuslim
Sabtu, 05 November 2016
PERBANKAN: Penyaluran Kredit Tinggi, LDR di Nusa Tenggara Barat 120%
Penyaluran kredit dan pembiayaan yang dilakukan oleh oleh bank umum baik syariah maupun konvensional di wilayah NTB mengalami peningkatan pertumbuhan.
Nilai penyaluran kredit yang lebih besar dari nilai himpunan dana yang dihasilkan oleh perbankan menyebabkan masih tingginya nilai loan to deposit ratio atau LDR hingga mencapai angka di atas 120%.
“Pertumbuhan penyaluran kredit bank umum mengalami peningkatan dari 13,74% (y-o-y) pada triwulan I/2016 menjadi 14,53% (y-o-y) pada triwulan II/2016,” seperti dikutip dari Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional NTB Periode Agustus 2016, Jumat (9/9/2016).
Peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit tersebut terjadi pada kredit korporasi yang digunakan sebagai modal kerja dan kredit konsumsi. Sedangkan kredit investasi mengalami perlambatan pertumbuhan.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit yang disalurkan oleh bank umum di Provinsi NTB di dominasi oleh kredit konsumsi yaitu sebesar 57,32% dari total kredit, sedangkan porsi kredit produktif yaitu kredit modal kerja dan investasi masing-masing sebesar 31,16% dan 11,52%.
Sementara itu, kredit sektor pertanian dan perikanan yang juga merupakan kategori utama dalam PDRB Provinsi NTB, porsi kreditnya relatif kecil hanya sebesar 1,95% (berdasarkan lokasi bank) dan 1,74% (berdasarkan lokasi proyek) dari total kredit.
Pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan di Provinsi NTB pada umumnya merupakan pelaku usaha individual yang memanfaatkan pembiayaan dari modal sendiri atau pihak lain di luar perbankan.
Sumber: finansial
Selasa, 01 November 2016
Pertumbuhan Ekonomi NTB Tertinggi Nasional
Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menghadiri Munas APPSI (Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) bersama para Gubernur dari Seluruh Indonesia di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (25/11/2015 ) Gubernur didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB.
Munas ini dihadiri oleh presiden Joko Widodo beserta Istri, wakil ketua MPR Oesman Sapta dan beberapa menteri kabinet kerja. Presiden, berkesempatan memberi pangarahan kepada para Gubernur se-Indonesia di Hotel Grand Clarion. Dalam pengarahannya, Presiden menyinggung masalah pertubuhan ekonomi dan serapan anggaran tahun 2015, dari hasil paparan presiden NTB menduduki peringkat pertama dalam pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga 9,86%, selain itu pada serapan anggaran tahun 2015 ntb menduduki perinkat ke 5 secara nasional sebesar 63,6%, Presiden juga meminta kesiapan para Gubernur dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015 serta situasi dunia pada 2016 dan tahun-tahun selanjutnya.
Sejumlah agenda besar yang dibahas dalam Munas APPSI kali ini antara lain penguatan kapasitas dan eksistensi APPSI dalam kedudukannya sebagai partner pemerintah serta pemilihan Ketua Umum APPSI yang baru.
Sumber Berita: www.teraskreasi.com
ntbprov
Langganan:
Komentar (Atom)


