Jumat, 23 Desember 2016
Penelitian KPJU Unggulan UMKM Provinsi NTB Tahun 2012
RINGKASAN EKSEKUTIF
Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan UMKM
Provinsi Nusa Tenggara Barat – Tahun 2012
Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM tahun 2012 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan dengan tujuan (1) Mengenal dan memahami profil daerah, profil UMKM, kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah yang terkait dengan pengembangan UMKM, dan peranan perbankan dalam pengembangan UMKM, (2) Memberikan informasi tentang KPJU unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di suatu kabupaten/kota dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja; serta meningkatkan daya saing produk, (3) Memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pengembangan KPJU unggulan.
Penetapan KPJU unggulan dilakukan secara bertingkat yang diawali dengan penetapan KPJU unggulan pada tingkat kecamatan, kemudian tingkat kabupaten/kota dan terakhir pada tingkat provinsi. Hasil penetapan KPJU unggulan pada tingkat kecamatan merupakan kandidat KPJU unggulan tingkat kabupaten/kota yang proses penetapannya dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penetapan KPJU unggulan pada tingkat provinsi menggunakan hasil proses agregasi KPJU unggulan tingkat kabupaten/kota.
Dari agregasi dan pengolahan lebih lanjut terhadap KPJU tingkat Kabupaten/Kota dapat disimpulkan pada tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat diperoleh 10 KPJU unggulan: usaha budidaya padi sawah, usaha budidaya jagung, wisata pantai/bahari, usaha budidaya rumput laut, usaha budidaya ternak sapi, usaha kerajinan tenun, usaha penangkapan ikan dilaut, usaha budidaya jambu mete, usaha budidaya buah mangga, dan usaha budidaya cabe rawit.
Secara umum rekomendasi untuk pengembangan UMKM-KPJU unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah (1) KPJU unggulan seyogyanya dituangkan atau dikukuhkan ke dalam bentuk ketentuan hukum (SK Gubernur/Bupati/Walikota), atau dituangkan di dalam RPJM Provinsi/Kabupetan/Kota atau Renstra SKPD terkait, (3) Pengembangan KPJU unggulan perlu dilakukan melalui pendekatan Klaster yang terintegrasi menurut rantai nilai dari hulu ke hilir, (2) Perlu dikembangkan informasi tentang Profil Investasi serta Penyusunan Lending Model (model pembiayaan) bagi UMKM untuk pengembangan KPJU unggulan, (4) Perlu peningkatan pelaksanaan kebijakan dan program dalam rangka memfasilitasi akses dan pengembangan pasar, (5) Perlu peningkatan peran dan fungsi kelembagaan pendamping seperti Business Development Services (BDS) atau Inkubator Bisnis UMKM dengan dukungan Perguruan Tinggi dan Instansi terkait, (5) Perlu menumbuh-kembangkan wirausaha baru untuk KPJU unggulan (6) Perlu peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM KPJU melalui pengembangan atau penguatan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Pembiayaan Alternatif (LPA), penyertaan Pemerintah Daerah yang lebih intensif dalam bentuk penyertaan dana jaminan pembiayaan UMKM pada Bank Pembangunan Daerah, (7) Perlu peningkatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) pada BUMN dan BUM-Daerah dan (8) Perlu peningkatan peran lembaga Perbankan dalam pemberian akses pembiayaan untuk KPJU unggulan bagi UMKM.
Sumber: bi
Rabu, 21 Desember 2016
Penanaman Modal Di Kabupaten Lombok Timur
Potensi dan peluang investasi di Kabupaten Lombok Timur cukup menjanjikan. Keunggulan akan sumber daya alam yang ada sangat potensial untuk bisa dikembangkan menjadi usaha yang produktif yang akan memberikan nilai tambah yang tinggi. Demikian pula dengan sumber daya manusia yaitu penduduk yang jumlahnya lebih dari satu juta jiwa akan merupakan pasar potensial untuk pasar produk barang dan jasa.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, para investor selama ini sudah menanamkan modalnya pada berbagai jenis dan bidang usaha. Penanaman modal dilakukan melalui fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Untuk PMA, sampai dengan tahun 2012, jumlah investor yang masuk ke Lombok Timur sebanyak 37 investor yaitu dengan realisasi investasi mencapai US$ 75 juta.
Sebagian besar PMA bergerak pada bidang pariwisata yaitu sebanyak 22 perusahaan. Adapun kawasan wisata yang paling banyak diminati adalah Lombok Timur bagian selatan khususnya di kecamatan Jerowaru.
Kemudian investasi di bidang industri dan pertambangan sebanyak 6 perusahaan. Di bidang pertanian ada 5 perusahaan dan pada usaha perikanan terdapat 4 perusahaan.
Kalau dilihat dari lokasi investasi, sebagian besar PMA mengarah ke 2 kecamatan yaitu Jerowaru di selatan dan Sambelia di utara. Itu terutama karena potensi wisata dan perikanannya. Ini menunjukkan juga bahwa kedua kecamatan itu memiliki prospek cerah untuk berkembang menjadi kawasan yang maju di masa mendatang.
Sedangkan untuk PMDN, sampai dengan tahun 2012, jumlah investasi yang masuk ke Lombok Timur sebanyak 11 perusahaan, dengan realisasi investasi mencapai Rp. 12 milyar.
Sama dengan perusahaan PMA, perusahaan PMDN juga bergerak pada bidang yang kurang lebih sama yaitu perikanan dan pariwisata. Lokasi yang di minati adalah kecamatan Jerowaru dan Sambelia.
Diluar perusahaan PMA dan PMDN yang melaksanakan usahanya mengacu pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, tentu saja ada ribuan perusahaan lainnya yang berbadan hukum maupun usaha perorangan yang tidak menggunakan fasilitas PMA maupun PMDN menggerakkan berbagai kegiatan usaha di Lombok Timur.
Penanaman modal melalui fasilitas PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), serta yang non fasilitas memegang peran penting bagi pembangunan ekonomi daerah. Dengan investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun diharapkan akan semakin meningkatkan dinamika dan pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan meningkatkan peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Karena itulah pengenalan akan potensi dan peluang investasi yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Timur perlu terus dilakukan.
Kaitannya dengan itu, Blog yang sederhana ini akan memberikan informasi mengenai data dan informasi menyangkut potensi dan peluang investasi di Kabupaten Lombok Timur yaitu mulai dari sektor pertanian tanaman pangan, hingga pertambangan. Diharapkan blog ini bisa memberikan gambaran awal kepada calon investor mengenai peluang investasi yang ada.
Sumber: investasilomboktimur
Bisnis Perdagangan di Mataram
Kota Mataram kini semakin padat. Jarang sekali orang mendapatkan tanah yang masih kosong. Terutama di pusat kota. Kalaupun ada harganya akan sangat mahal. Kebanyakan sudut kota menjadi pusat pertokoan. Bisnis perdagangan di Mataram sedang berkembang. Sejak beberapa tahun lalu jumlah usaha di Mataram jumlah meningkat. Misalnya di Jalan Catur Warga yang sebelumnya tidak begitu ramai. Sekarang telah berubah menjadi pertokoan. Berbagai usaha tersedia seperti usaha komputer, fashion, bakery.
Masyarakat Mataram memiliki minat yang cukup besar terhadap bisnis. Daerah Gomong, Cakranegara, dan Ampenan juga memberikan peluang bisnis. Apakah karena masyarakat semakin komsumtif atau karena hal lain.
Berbeda dengan pertokoan di sepanjang jalan. Mataram Mall memiliki banyak peminat sejak dulu. Baru-baru ini telah dibuka Mataram Mall 2 tepat di belakang Mataram Mall 1. Sebagai pusat pertokoan termegah khususnya di Mataram,Mall menjadi pilihan masyarakat untuk berbelanja atau sekedar jalan-jalan. Segala jenis kebutuhan masyarakat tersedia di sini. Mataram Mall juga sangat digemari para remaja yang ingin memperoleh hiburan seperti karaoke, bom-bom car, fun city.
Sumber: blogmataram
Kamis, 15 Desember 2016
Pertumbuhan Ekonimi di Dompu Meningkat
Pemerintah pusat telah menetapkan Nusa Tenggara Barat sebagai lumbung jagung nasional. Ada tiga kabupaten untuk pengembangan jagung yakni Kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Dompu Syahroni mengatakan masyarakat Dompu siap untuk menjalankan target dari pemerintah sebagai lumbung jagung.
“Untuk Dompu, terkait luas tanam. Kemarin luas lahan dari 36 ribu hektar maka di tahun 2017, kami ditargetkan menjadi dua kali lipat menjadi 64 ribu hektar. Sebenarnya kami di Kabupaten Dompu, responnya luar biasa,” kata Syahroni dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Minggu (13/11/2016).
Selain itu, sumber daya manusia (SDM) juga telah siap. Jika dibandingkan dengan padi, penerapan teknologi untuk jagung lebih cepat. Begitupula dengan bibit, dipastikan tidak ada kendala. Bibit jagung di Dompu adalah berkualitas baik. Hampir 95 persen, bibit jagung yang dipakai adalah jenis hybrida.
Namun ada dua kendala yang dihadapi oleh petani jagung. Pertama adalah kepastian harga. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, produksi jagung melimpah namun harga tidak bagus. Untung saja pemerintah pusat menerbitkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung sehingga harga jagung 2016, memuaskan petani. Harga jagung Rp3.500/Kg. Dia yakin dengan HPP, harga jagung yang tidak menentu, dapat diatasi. Kendala kedua adalah pupuk bersubsidi. Selama ini pupuk bersubsidi lebih banyak diperuntukan untuk tanaman padi. Padahal jagung juga butuh pupuk.
"Peningkatan produksi jagung tergantung pupuk bersubsidi. Pupuk selama ini lebih banyak untuk padi. Padahal jagung juga butuh," tegasnya.
Sumber: rri
Rabu, 14 Desember 2016
Pertumbuhan IPM KSB tertinggi di NTB
Pertumbuhan IPM KSB tertinggi di NTB “ 13 Tahun Sumbawa Barat, Zero Horizontal Conflick “ Sumbawa Barat Pataka Kabupaten Sumbawa Barat dikirab oleh masyarakat adat,dari Suku Samawa, Sasak, Mbojo, Jawa, Bali, Bugis, Makasar, dan lain-lainnya.
Mereka terdiri dari umat Islam, Hindu, Kristen, yang hidup rukun dan harmonis, dalam naunganBhinneka Tunggal Ika. Kerukunan dan keharmonisan masyarakat Sumbawa Barat telah terwujud dan terbina selama ini, sehingga menjadiKabupaten Zero Horizontal Conflict, Ungkap Bupati Sumbawa Barat, DR, Ir H W Musyafirin MM dalam sambutannya pada prosesi peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke XIII Kabupaten Sumbawa Barat, bertempat di Lapangan Graha Fitrah (KTC) Sumbawa Barat, pada Minggu (20/11) pukul 08.00 wita.
Menurutnya, dalam perjalanan 10 tahun pertama, pemerintah telah berhasil meletakkan fondasi bagi terbentuknya KSB, sebagai daerah otonom baru, dan menghasilkanbeberapa prestasi di level regional,nasional, bahkan internasional.Untuk itu, dengan rasa syukur kepada Allah dan ketulusan hati nurani yang paling dalam. “Saya atas nama warga Sumbawa Barat menghaturkan terima kasih kepada Yang Tercinta: Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM dan Drs. H. Mala Rahman,” cetus Bupati. Pada titik berikutnya, Bupati beserta Wakil Bupati dengan penuh rasa syukur kepada Allah mengucapkan terima kasih kepada warga KSB. “Telah mempercayai kami berdua untuk mengemban amanat kepemimpinan.
Kami telah dan Insya Allah akan terus berupaya untuk melaksanakan janji kami untukmewujudkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat yang berkeadilan menuju Kabupaten Sumbawa Baratsejahtera berlandaskan gotong-royong,” janji Bupati. Perwujudan dari visi misi tersebut adalah Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Melalui kesempatan itu pula Ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD KSB yang telah membahas dan membentuk Peraturan Daerah tentang PDPGR,sehingga Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) pun memberikan penghargaan sebagai Kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki Perda Pemberdayaan Gotong Royong, dan tuntas menyelesaikan 6.126 unit jambandalam masa 100 hari kepemimpinan kami (17 Februari – 27 Mei 2016).
“Perkenankan pula saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Gubernur NTB, Dr. TGH. Zainul Majdi, MA. yang telah me-launching PDPGR pada tanggal 27 April 2016,” terang Bupati Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim dan Agen PDPGR, sebagai salah satu ujung tombak keberhasilan pelaksanaangotong royong jambanisasi dan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kalian memang luar biasa!Keberadaan para agen merupakan instrumen efektif untuk membantu mensukseskan sebagai program pemerintah, karena di samping sebagai pensggerak gotong royong, juga mengemban peran sebagai pendamping peningkatan PAD, Agen Kamtibmas, Agen Pengentasan Kemiskinan, Agen Peningkatan Produktivitas Ekonomi, bahkan mulai saat ini akan diberi tanggung jawab baru sebagai Agen PemberantasanPungli di KSB. “Saya yakin, jika para agen dan kita semua terus-menerus bekerja dengan Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh, maka Allah SWT dan semua pihak akan memberikankelapangan kepada kita,” tukasnya.
Di awal masa kepemimpinan ini, lanjut Firin menambahkan, Ia melakukan perubahan paradigma pelayanan birokrasi yang dapat dirangkum dalam tiga hal, yaitu Dari hubungan vertikal (atas – bawah) menjadi hubungan horizontal yang setara; Dari sikap eksklusif, yang berjarak dengan masyarakat,menjadi sikap inklusif yang berbaur dengan masyarakat; Dari sikap individual, yang berpusat pada kepentingan pribadi menjadi sikap komunal, yang beredar pada kepentingan sosial. Untuk mewujudkan perubahan paradigma birokrasi, dan memantauserta mengendalikan terselenggaranya fungsi pelayanan, yang menjangkau semua kebutuhan dan masalah riil masyarakat, “kami membentuk Forum Pelayanan Setara dan Inklusif Andalan yang disingkat Forum YASINAN setiap kamis malam jumat, yang sudah terlaksana selama lebih dari 2 tahun, denganMagrib berjamaah, membaca surat Yasin, shalat Isya’ berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pengaduan masyarakat,” terangnya.
Pada moment peringatan Harlah Ke XIII KSB, turut serta Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),Kementerian Keuangan RI, untukmenandatangani MoU dengan Pemerintah Daerah tentang Pemberian Beasiswa S2 dan S3 bagi Warga Sumbawa Barat. “SelamatDatang Pak Direktur, semoga ini menjadi salah satu bentuk solusiyang diberkati oleh Allah SWT,” timpal Haji Firin. Melanjutkan programkesehatan gratis dan memperhatikan amanat Undang-Undang tentang Jaminan Kesehatan Nasional, makaberkat kerja IJS para agen, telah berhasil mendaftar 99% warga KSB sebagai peserta BPJS, sehingga KSB menjadi yang pertama di NTB dalam Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan.
Kepada para lansia dan penyandang disabilitas, oleh pemerintah memprogramkan Kartu Pariri, dan berhak mendapatkan santunan bulanan. Kami juga memberikan bantuan permodalan dan stimulus bagi masyarakat tidak mampu di bidang pertanian dalam arti luas, dan UMKM, dalam bentukKartu Bariri. Yang telah di saksikan pada awal upacara Peringatan Harlah Ke 13 (XIII), telah dilakukanpenandatanganan MoU antara Bank-Bank BUMN dan PT Pos dengan Pemerintah Daerah, kemudian setelah ini, akan dilanjutkan dengan launching kartu-kartu tersebut. Sedangkan pembangunan di bidang kepemudaan dan olah-raga akan terus ditingkatkan. Dalam hal ini, Ia memberikan apresiasi bagi para atlit KSB yang memperkuat Kontingen NTB dan berhasilmenyumbangkan enam medali pada PON ke-19 Tahun 2016 di Jawa Barat. Dalam bidang mentalkeagamaan, beberapa Peraturan Bupati yang mengatur tentang Pembinaan Akhlak di Lembaga Pendidikan, Pelaksanaan Ibadah, telah diaktifkan. Hal ini sebagai upaya untuk pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di seluruh penjuru, serta Gerakan Memakmurkan Masjid di seluruh pelosok Kabupaten Sumbawa Barat.
Dunia Pariwisata di KSB sudah menggeliat. Beberapa destinasi wisata alam yang ada di KSB mulai dikenal luas, seperti Pantai Lawar, Pantai Trophy, Pantai Jelenga yang ketiganya dikenal sebagai tempatsurfing berkelas dunia; Desa Mantardengan klasifikasi dunia untuk paralayang; dan Gugusan Gili Balu yang menawarkan pemandangan laut spektakuler dan menjadi kawasan pariwisata berwawasan lingkungan (ecotourism). Saat ini, di Pulau Kenawa, salah satu pulau kecil dalam Gugusan Gili Balu tersebut sedang diselenggarakan Earthship Training, pelatihan arsitektur ramah lingkungan, selama empat pekan diikuti oleh arsitektur dunia dari 43 negara, dan dimentori oleh Michael E. Reynolds, Arsitek kenamaan Amerika Serikat. Untuk hal ini, kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT. ESL dan PT. Eco Region Indonesia. Untuk memudahkan konektivitas wisatawan ke KSB,kapal cepat Datu Seran telah mulai dioperasikan dalam penyeberangan Labuh Lalar – Senggigi.
Upaya lainnya adalah dengan meningkatkanstatus dan kapasitas bandara di Sekongkang yang saat ini masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan. Selain potensi yang berlimpahtersebut, Sumbawa Barat memilikikekayaan yang terkandung di perut bumi. Dalam hal ini, “kami ucapkan Selamat Datang kepada PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang menggantikan PT. Newmont Nusa Tenggara, sebagai perusahaan yang melakukan penambangan tembaga dan emas di Batu Hijau,” tandasnya. Dalam kesempatan yang berharga ini, Ia pun menyampaikan harapan masyarakat KSB, agar kehadiran PT. AMNT sebagai perusahaan nasional dapat memberikan manfaat yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.Demikian pula dengan PT. Indotan yang akan bekerjasama dengan PT. Antam, Ia pun berharap dapat membantu dalam menanggulangi masalah merkuri dan zat kimia lain yang mengancam lingkungan hidup di Sumbawa Barat. Kehadiran perusahaaninvestasi di KSB seringkalimenimbulkan masalah ketenagakerjaan. Para pencari kerjalokal asal KSB seringkali berhadapan dengan kualifikasi keterampilan yang tidak dimiliki. Oleh karena itu, keberadaan Balai Latihan Kerja di Poto Tano menjadi sangat dibutuhkan.
Alhamdulillah, AllahSWT memberi hadiah pada harlah ke-13 ini berupa hibah BLK beserta lahan di Poto Tano dari Kementerian Tenaga Kerja (Menakertrans) RI ke Pemerintah KSB. “Maka sangatlah patut, mewakili segenap warga KSB, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri,yang bukan saja menyertai kita hariini, bahkan beliau pun kita harapkannantinya menyatakan komitmen untuk segera mendayagunakan BLK dengan menggelontorkan seluruh peralatan pelatihan kerja yang dibutuhkan,” kata Haji Firin. Kembali disinggung Haji Firin, adalah fakta bahwa KSB memiliki Laju Pertumbuhan IPM KSB tertinggi di NTB, dan termasuk 20 besar di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia sebesar 107,07 %. Sayangnya,tingkat inflasi di KSB masih cukup tinggi.
Dari kajian berbagai pihak,pihanya menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang berpengaruh adalah jarak tempuh transportasi komoditi. Untuk itu, Ia mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar Dermaga Labuhan Lalar dapat dimasukkan ke dalam jalur LintasanTol Laut Nasional. “Kami jugamemohon dukungan dan bantuan dari semua pihak, wa bil khusus dari al-Mukarram, Gubernur NTB,” pintanya. Terkait dengan KSB sebagai Pusat Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-36 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumbawa Barat telah menjadi salah satu Lumbung Pangan NTB berkat perluasan lahan tanam padi mencapai 120%, luastanam jagung mencapai 200%, rerata produksi padi yang lebih tinggi dari rerata produksi padi nasional, dan menjadi daerah swasembada pangan penyedia 40 ribu ton beras bagi daerah lain. Di samping itu, KSB sudah memproduksi benih jagung hibrida lokal untuk kepentingan sendiri.
Untuk hal ini, Ia menghimbau perkenan kepada Gubernur NTBmembuka Peringatan Hari PanganSedunia ke-36 tersebut sekaligus meluncurkan Jagung Hibrida Lokal produksi KSB yang berlabel IJS-KSB, dan juga berkenan mencanangkan Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, sebagai Desa Merica dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Di penghujung acara kembali Bupati KSB, DR, Ir H W. Musyafirin, beserta Wakil Bupati, Fud Syaifuddin,menyampaikan mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan yang pasti ada dalam masa kepemimpinannya selama Sembilan bulan ini. “Kami mohon keikhlasannya untuk terus mendukung dan membantu kami dengan teguran, nasehat, usul dan saran, juga dengan kritik yang solutif.
Tak kalah pentingnya, kami mohon do’a semoga Allah senantiasa menggandeng tangan kami dalam mengemban amanat kepemimpinan KSB. Saya ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bersusah-payah menyelenggarakan semua kegiatan untuk memeriahkan Hari Lahir KSB ke-13 ini. Juga kepada warga KSB yang dengan penuh semangat dan antusias mengikuti dan menyemarakkan seluruh rangkaian kegiatan. Mari kita bangun persatuan, Mari kita kelola perbedaan-perbedaan, Secara Ikhlas, Jujur, dan Sungguh-sungguh, Dirgahayu KSB! Dirgahayu Sumbawa Barat,” pungkasnya. Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam moment memperingati Harlah KSB Ke 13 antara lain Direktur Utama LPDP Kementerian Keuangan RI, Bapak Eko Prasetyo, DirekturPerencanaan dan PengembanganBPJS Kesehatan, Bapak Mundiharno, Anggota DPD RI Dapil NTB, Ibu Baiq Diyah R Ganefy, Bupati/Walikota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat atau pejabat yang mewakili, Ketua & Anggota DPRD KSB, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat , Inisiatordan Pejuang Pembentukan KSB, AWarga KSB di rantauan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, PimpinanOrmas dan LSM se-KSB, Para Agen PDPGR, Para Pendidik, dan Para Guru Mengaji se-KSB.
Sumber: kabarsamawa
Selasa, 13 Desember 2016
Pertumbuhan Ekonomi NTB Positif
Kementrian Perdagangan memilih Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tempat yang tepat untuk penyelenggaraan rangkaian Pameran Pangan Nusa (PPN) dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional (PPDNR). Kota ini dipilih karena mempunyai potensi yang cukup besar, dilihat dari pertumbuhan ekonominya yang cenderung positif baik triwulanan maupun tahunan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, pada peresmian pembukaan PPN dan PPDNR, Kamis, (29/08).
Bayu mengatakan, berdasarkan data dari BPS, menjelang pertengahan tahun 2013, perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan II memperlihatkan peningkatan dibanding triwulan sebelumnya maupun dengan triwulan II tahun 2012. Pada triwulan II 2013 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB diperkirakan mencapai Rp. 13,21 triliun, lebih tinggi 3,24% dibandingkan dengan triwulan I 2013 yang mencapai Rp. 12,79 triliun.
Pertumbuhan ekonomi yang positif, lanjut Wamendag,didorong antara lain oleh adanya peningkatan beberapa produksi pertanian dan maraknya kegiatan kepariwisataan, sehingga beberapa sektor terkait seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor angkutan mengalami pertumbuhan yang cukup berarti.
Dalam dua pameran kali ini, peserta UKM yang turut berpartisipasi berjumlah 100 UKM, yang terdiri dari 50 UKM peserta PPN dan 50 UKM peserta PPDNR.Sedangkan dari pemerintah daerah, mereka yang turut berpartisipasi adalah delapan Provinsi, yaitu Prov. Sulawesi Selatan, Prov. Riau, Prov. Lampung, Prov. Sumatera Utara, Prov. Jawa Tengah, Prov. DKI Jakarta, Prov. Maluku, Prov. Kalimantan Barat, bersama peserta UKM tuan rumah dari Kab/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sumber: beritamoneter
Senin, 12 Desember 2016
Pabrik Gula Dompu Berpotensi Lambungkan Pertumbuhan Ekonomi NTB
![]() |
| Diskusi Terbatas Harian Suara NTB, tema ‘’Pertumbuhan Ekonomi dan Strategi Membangun Dompu |
Hal tersebut terungkap dari penjelasan Kabag Assessment Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan NTB, D. Aditya N dalam diskusi terbatas Harian Suara NTB dengan tema ‘’Pertumbuhan Ekonomi dan Strategi Membangun Dompu’’ di Kantor Harian Suara NTB, Sabtu (6/8/2016). Aditya mengungkapkan, pihaknya sudah mensimulasikan seberapa besar kontribusi pabrik gula tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi NTB.
Pabrik gula yang ada di Dompu memiliki kapasitas produksi 5.000 ton per hari. Bank Indonesia mensimulasikan kapasitas produksi setengahnya, yakni 2.500 ton per hari dengan harga gula mengacu pada standar harga tahun 2010 sebesar Rp 8.000 per kilogram. “Setelah kita running model, konstribusinya sekitar 1,5 persen untuk pertumbuhan ekonomi NTB, jadi cukup besar,’’ ungkapnya.
Ia menjelaskan, simulasi yang dilakukan untuk melihat pengaruh keberadaan pabrik gula tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi NTB saja. Menurut Aditya, kontribusi bagi Dompu sendiri akan jauh lebih besar dari itu. ‘’Jadi sangat besar sekali pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi NTB. Bahkan nanti Dompu juga bisa lebih besar. Karena di NTB saja bisa sampai 1,5 hingga 2 persen, dengan kapasitas pabrik gula separuh dari yang ada,’’ terangnya.
Berdasarkan data statistik dan fakta di lapangan, kata Aditya, pertumbuhan ekonomi Dompu banyak ditopang oleh sektor pertanian. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dompu ditopang 39 persen dari sektor pertanian dan sektor perdagangan 14,94 persen. Dengan melihat hal ini, Aditya mengatakan, ekonomi Dompu ke depannya on the track. Ia mengatakan, pemda tidak perlu fokus terhadap banyak sektor, tetapi cukup kepada beberapa sektor yang menjadi potensi daerah seperti jagung dan tebu.
Produktivitas jagung di Dompu dalam satu hektar cukup besar. Aditya melihat, peran perbankan sebagai lembaga pembiayaan dalam pengembangan komoditas jagung ini juga semakin besar di Dompu. Data Bank Indonesia Perwakilan NTB, hingga Juni ini pertumbuhan kredit mencapai 20,67 persen yoy (year on year) jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan total mencapai Rp 1,05 triliun. Selain perbankan, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga cukup bagus. “Itu mengembangkan lembaga lokal untuk mengatasi persoalan pada pembiayaan,”ujarnya.
Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung keberadaan pabrik gula di Dompu perlu ditingkatkan. Sebenarnya, kata Aditya, posisi SDM Dompu sudah cukup bagus di NTB. Namun, masih berada di bawah Kota Bima dan Kota Mataram. Persoalannya adalah kekurangan tenaga kerja untuk pemanen tebu lulusan SMA ke bawah.
Ia mencontohkan, seperti Maluku yang perekonomiannya ditopang sektor kelautan. Di mana kapal-kapal pencari ikan membutuhkan tenaga kerja lulusan SMA khusus, namun yang terjadi banyak para pekerja kapal yang dari lulusan SMA umum. Sehingga di datangkan pekerja dari kabupaten/kota terdekat. Untuk itu, ia menyarankan perlu peningkatan kualitas SDM dan hal ini berhubungan dengan ketersediaan sekolah.
‘’Pendekatan ke masyarakat tentang pentingnya pendidikan formal. Karena kalau saya lihat di sini, lebih mementingkan pendidikan agama dibandingkan pendidikan formal. Disini ada persoalan sosial, ketika banyak orang tua jadi TKI anaknya tidak terurus. Meskipun ada duit, mereka memilih tidak sekolah. Apalagi ketika panen padi, banyak anak yang bolos. Kalau kita biarkan, nanti ahli-ahlinya dari luar NTB namun ahli dari NTB sendiri tidak nampak,” tandasnya.
Kepala Bidang Neraca Wilayah BPS NTB, Isa Anshory mengatakan pertumbuhan ekonomi NTB terus meningkat. Secara nasional, pertumbuhan ekonomi triwulan I sebesar 5,18 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di NTB sebesar 9,92 persen dengan memasukkan tambang dan konsentrat. Tetapi jika dikeluarkan maka pertumbuhan ekonomi NTB sekitar 7,64 persen. Menurutnya, sektor pertanian, perdagangan, transportasi dan pariwisata semakin meningkat dalam menopang pertumbuhan ekonomi NTB.
Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, menurut Isa, perlu digerakkan usaha padat karya, bukan saja usaha padat modal. Ia mencontohkan pengembangan sektor pertanian, seperti jagung di Dompu potensinya cukup besar dan dapat dikembangkan sehingga dapat menjadi ikon nasional. Dikatakan, dulu Provinsi Gorontalo pernah menjadi daerah penghasil jagung nasional. Namun sekarang, sudah mulai pudar.
“Mungkin Dompu bisa mengambil kesempatan ini untuk bisa mengangkat daerah kita. Tetapi Pak Bupati, kami mungkin bisa mengusulkan agar pertumbuhan ekonomi yang dari jagung bisa berkembang dengan hilirisasi produk pertanian kita. Bagaimana agar hasil yang didapatkan dari jagung ini diolah jadi hasil pakan. Atau bisa diolah jadi bahan makanan. Kita bisa ekspor ke luar daerah atau ke luar negeri, sehingga kita tidak hanya menjadi penghasil bahan baku. Tetapi sudah menjadi penghasil barang-barang industri,” sarannya.
Begitu juga dengan pengembangan tanaman tebu. Dikatakan, Dompu bisa menjadi daerah penghasil gula di Indonesia, terlebih dengan berdirinya pabrik gula di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Hasil pantauan yang dilakukan, ada kecenderungan nilai tukar petani NTB terus meningkat. Juli lalu, nilai tukar petani secara gabungan sebesar 157,52. Khusus untuk tanaman bahan makanan seperti padi dan jagung sebesar 127,89.
Artinya, kata Isa, ada peningkatan kesejahteraan petani meskipun masih ada persoalan mengenai harga jagung yang masih rendah. Menurutnya, fokus pembangunan Pemkab Dompu yang menjadikan sektor pertanian yakni mengembangkan komoditas jagung dan industri gula patut didukung. Meskipun ada persoalan antara petani tebu dengan peternak sapi tetapi ia yakin hal itu akan mampu diatasi dengan baik oleh pemerintah daerah setempat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm mengatakan geliat pembangunan di Dompu cukup progresif. Jika dulunya berada pada urutan 9 dari 10 kabupaten/kota di NTB, sekarang Dompu berada pada urutan kedua. Menurutnya, pembangunan ekonomi Dompu bisa berkembang cukup progresif lantaran Pemda membangun dengan potensi yang dimiliki.
‘’Jadi dia membangun berada pada posisi yang sangat tepat. Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Dompu sudah pada jalur yang tepat. Karena dia membidik fokus pembangunan di sektor pertanian dalam arti yang luas,’’ kata Mori.
Menurutnya, Dompu tidak muluk-muluk dalam menentukan prioritas pembangunan. Pemkab setempat memulai dengan mengembangkan komoditas jagung dan ternak. Kesuksesan Dompu dalam mengembangkan komoditas jagung sudah terkenal sampai tingkat nasional. Meskipun Dompu punya memiliki potensi lain seperti sektor pariwisata, daerah ini tetap fokus untuk mengembangkan sektor pertanian khususnya tanaman jagung.
Mori mengatakan, Dompu bisa sukses mengembangkan komoditas jagung karena telah memiliki sasaran yang tepat. Kemudian, sekarang mengembangkan perkebunan tebu beserta pabrik pengolahannya. Dikatakan, hal ini cukup luar biasa di tengah sulitnya pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan. Saat ini, kata anggota DPRD NTB Dapil Bima dan Dompu ini, banyak orang yang sudah berbondong-bondong ke sana untuk bekerja di pabrik gula tersebut.
Mori juga menyebut, pertumbuhan ekonomi di Dompu berkualitas, berbeda dengan pertumbuhan ekonomi NTB. Meskipun pertumbuhan ekonomi NTB tertinggi di Indonesia namun dinilai kurang berkualitas lantaran tidak dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. ‘’Pertumbuhan ekonomi di Dompu ini bisa dirasakan oleh masyarakat paling bawah. Kalau NTB hanya dinikmati oleh kalangan atas,’’ ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi Dompu yang berkualitas itu, lanjut Mori, karena pemerintah setempat membidik sektor yang pas untuk dikembangkan. Sehingga ekonomi itu tumbuh dari bawah. Karena tumbuh dari bawah, maka pertumbuhannya berkualitas dan otomatis terjadi pemerataan. Jika terjadi pemerataan ekonomi, maka otomatis kemiskinan juga berkurang. ‘’Pengurangan angka kemiskinan di Dompu ini juga tidak semu tapi berkualitas. Nah inilah yang terjadi di Dompu ini,’’ tambahnya.
Mori melihat Dompu sukses mengembangkan komoditas jagung dan sapi karena memiliki potensi di sana. Ia mengingatkan supaya Dompu tidak perlu mengembangkan rumput laut, karena itu bukan potensinya. Sehingga, ia menyarankan Bupati Dompu tetap fokus mengembangkan komoditas jagung serta tebu.
‘’Jadi tidak usah membuang-buang waktu ke sektor lain. Fokus di sektor pertanian ini. Jadi pikirannya sederhana, tetapi hasilnya luar biasa. Kenapa? Karena ada konsistensi. Biarlah kabupaten lain yang mengurus rumput laut,’’ pesannya.
Pemerhati Ekonomi NTB, Dr. M. Firmansyah, M.Si mengatakan, ada sesuatu yang luar biasa di Dompu sehingga ada investor yang mau membangun pabrik gula di sana. Menurutnya, investor membangun suatu pabrik karena bahan bakunya pasti ada di sana. Firmansyah menyarankan, Dompu membuat jagung sebagai ikon.
Jika ada investor jagung maka akan langsung berpikir tentang Dompu. Menurutnya, mempertahankan reputasi Dompu sebagai daerah penghasil jagung sangat penting dalam pemasaran daerah. Menurutnya, Dompu perlu belajar dari Gorontalo yang mulai redup sebagai daerah penghasil jagung.
Mengenai persoalan kekurangan tenaga kerja di pabrik gula Dompu, kata Firmansyah bukan hanya terjadi di Dompu dan NTB. Tetapi hal itu terjadi secara nasional khususnya tenaga kerja di sektor pertanian. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ini mengatakan, dirinya ingin membuat gerakan besar untuk menggerakkan peminat di sektor pertanian ini. Ia mencontohkan, di Unram (Universitas Mataram) sangat sedikit mahasiswa yang memilih jurusan pertanian. Ia mengusulkan mungkin di Dompu bisa dibuka program studi pertanian.
Terkait pertumbuhan ekonomi berkualitas, Firmansyah mengatakan perputaran uang harus menyasar seluruh masyarakat. Berbicara pertumbuhan ekonomi NTB, ia yakin pertumbuhannya berkualitas. Karena pertumbuhan ekonomi di Dompu bergerak dari bawah. ‘’Sehingga kalau kita ingin kualitas pertumbuhan ekonomi kita, maka harus kita sasar mulai dari paling bawah,’’ ucapnya. Menurut Firmansyah, Dompu diharapkan sebagai daerah terdepan dalam hilirisasi dan industrialisasi pertanian.
Sumber: suarantb
Jumat, 09 Desember 2016
Diklat P-IRT,Halal, Haki Dan Program DSS
Setelah selesai melaksanakan diklat Jaringan usaha bisnis, negosiasi dan komunikasi bisnis bagi KUMKM, Dinas koperasi UMKM NTB menggelar 2 Diklat sekaligus yakni Diklat P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga), Halal, Haki dan Diklat study kelayakan usaha dengan program DSS (Decision Support System) bagi KUMKM Se NTB di Balaidiklatkop NTB.
Diklat P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga), Halal, Haki bertujuan agar KUMKM mampu memproduksi pangan yang aman dikonsumsi tidak menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, mampu menyiapkan sistem jaminan mutu atau keamanan pangan mampu menjaga higienis dan sanitasi sarana P-IRT.
Sedangkan Diklat study kelayakan usaha dengan program DSS (Decision Support System) bagi KUMKM agar mampu menyusun busines plan atau studi kelayakan dan dapat mengaplikasikan software DSS atau Sistem Pendukung Keputusan sehingga usaha dari para KUMKM dapat dikategorikan layak atau tidak sesuai dengan software DSS.
Diharapkan dengan Diklat ini, KUMKM dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM pelaku KUMKM dibidang kelayakan usaha sehingga mampu membuat perencanaan kelayakan usaha dengan mudah dan sederhana, peningkatan legalitas usaha melalui fasilitas perizinan dan sertifikasi usaha sehingga tersedia UKM yang memiliki legal aspek usaha.
Selain pengajar dari pejabat struktural Dinas koperasi UMKM Provinsi NTB, Widyaiswara Balai Diklat koperasi UMKM Provinsi NTB, dalam Diklat kali ini Dinas koperasi UMKM NTB melibatkan tenaga pengajar atau instruktur dari Balai POM Mataram, Dinas Kesehatan Kota Mataram , Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTB.
Diklat dilaksanakan selama 4 (empat) hari efektif dari tanggal 08 s/d 11 november 2016, dengan jumlah peserta diklat sebanyak 60 orang berasal dari Kabupaten Kota dan Provinsi Se – Nusa Tenggara Barat.
Sumber: diskop
Senin, 05 Desember 2016
Kondisi Perekonomian Provinsi NTB Pada Triwulan III - 2014
PDRB Provinsi NTB pada triwulan III-2014
a. Dengan sub sektor pertambangan non migas atas dasar harga (adh) berlaku mencapai Rp 15,37 triliun, sedangkan adh konstan mencapai Rp 5,20 triliun.
b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas atas dasar harga (adh) berlaku mencapai Rp 14,70 triliun, sedangkan adh konstan mencapai Rp 5,00 triliun.
Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kuartal (q to q), yaitu laju pertumbuhan PDRB pada triwulan III-2014 terhadap PDRB pada triwulan sebelumnya.
a. Dengan sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 1,32 persen.
b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 7,96 persen.
Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Tahunan (y on y), yaitu laju pertumbuhan PDRB pada triwulan III-2014 terhadap triwulan III-2013.
a. Dengan sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar – 3,01 persen.
b. Tanpa sub sektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 5,83 persen.
Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kumulatif (c to c), yakni laju pertumbuhan PDRB kumulatif dari triwulan I sampai triwulan III-2014 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya.
a. Dengan subsektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 1,67 persen.
b. Tanpa subsektor pertambangan non migas tumbuh sebesar 5,84 persen.
Sumber pertumbuhan ekonomi (SPE)
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2014 sebesar 1,32 persen (q to q) didorong oleh sektor pertanian hingga 4,66 point. Sementara perekonomian NTB tahun 2014 sampai dengan triwulan III (c to c) tumbuh sebesar 1,67 persen dan didorong oleh sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 1,54 point.
Struktur ekonomi Provinsi NTB pada triwulan III-2014.
a. Dari Sisi Produksi
PDRB Propinsi NTB pada triwulan III-2014 masih didominasi oleh sektor pertanian (30,72%) diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (19,32%), sedangkan yang menempati urutan ketiga yakni sektor jasa-jasa (14,99%).
b. Dari Sisi Penggunaan
Dari sisi penggunaan terbesar adalah untuk konsumsi rumah tangga dan untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), masing-masing 58,56 persen dan 29,80 persen.
Perekonomian Provinsi NTB pada triwulan III-2014 mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal ini ditunjukan oleh arah pertumbuhan ekonomi triwulanan (q to q) yang positif, baik dengan sub sektor pertambangan non migas maupun tanpa sub sektor tersebut.
Banyak hal yang mendorong peningkatan perekonomian Provinsi NTB di triwulan III ini antara lain adanya panen raya komoditas tembakau, dimana dampaknya sangat significant dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang merupakan sektor dominan dalam pembentukan PDRB Provinsi NTB. Selain itu situasi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat seperti munculnya industri makanan/minuman musiman akibat permintaan terhadap konsumsi makanan/minuman di bulan puasa dan maraknya kegiatan perdagangan dan transportasi dalam rangka persiapan hari raya Idul Fitri.
Sebagai daerah wisata, liburan sekolah di bulan Juli mendorong meningkatnya kegiatan kepariwisataan di Provinsi NTB. Hal ini mengakibatkan beberapa sektor terkait seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor angkutan mengalami pertumbuhan yang cukup berarti bahkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang pada bulan September mencapai angka tertinggi yaitu 55,70 persen.
Pada triwulan III-2014 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB diperkirakan mencapai Rp 15,37 triliun, lebih tinggi 2,84 persen dibandingkan dengan triwulan II-2014 yang mencapai Rp 14,95 trilliun. Tingginya PDRB NTB di triwulan III-2014 ini selain karena meningkatnya kuantitas produksi juga dipengaruhi perubahan harga (laju inflasi) sekitar 2,11 persen.
Sumber: bappeda
Sabtu, 03 Desember 2016
Diklat Jaringan Usaha
Untuk meningkatkan kualitas SDM koperasi usaha mikro kecil dan menengah dibidang pengelolaan bisnis sehingga mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam membangun jaringan usaha melalui negosiasi,komunikasi bisnis dan informasi teknologi dalam rangkam pengembangan akses pasar dan promosi, Dinas koperasi UMKM NTB menggelar “Diklat pengembangan jaringan usaha, negosiasi dan jaringan bisnis bagi KUMK se Nusa Tenggara Barat angkatan 1 dan 2 di Balatkop NTB”. (2/11)
Kadiskop UMKM NTB Dra.Hj.Putu Selly Andayani mengatakan semua peserta dari KUMKM yang ikut diklat ini diakui belum memiliki jaringan usaha, dengan adanya diklat ini diharapkan agar mereka memilki jaringan usaha dengan mudah, seperti halnya sekarang ini banyak dari pelaku usaha hanya menggunakan Handphone dalam berjualan.
“Sekarang banyak ibu-ibu yang jualan dipasar dan keliling komplek berjualan lewat online, tinggal tunggu pesananan dari ibu-ibu komplek. Banyak yang pakai bakulan, sepeda motor sekarang lewat online karna mereka punya jaringan usaha”. Ujar Selly
Kata Selly, perbanyak teman, perbanyak silaturrahmi di Medsos (media social) lakukan komunikasi dengan baik.
“Kemarin saya kedatangan Pengerajin dari desa Ungge yang tidak memilki jaringan usaha, itu yang saya mau angkat agar Ungge itu naik kelas karna di Ungge Pengerajin Perak pakai mutiara barok, itu yang akan kita bina agar bisa naik kelas dalam dunia usaha”. Cerita Selly
Rencanaya di Desa Ungge akan di dirikan Kampung Digital agar bisa memiliki jaringan usaha yang lebih luas seperti Kampung Digital yang sudah terbentuk di Rungkang Jangkuk Mataram.
Intinya kata Selly semua peserta yang mengikuti diklat harus bisa berhasil dan naik kelas dalam dunia usaha karna peserta ini merupakan pilihan dari masing-masing kabupaten kota.
Diklat pengembangan jaringan usaha, negosiasi dan jaringan bisnis bagi KUMK se Nusa Tenggara Barat angkatan 1 dan 2 di Balatkop NTB ini dilaksanakan selama 4 hari efectif dari tanggal 2 s/d 5 oktober 2016 dan diikuti oleh 60 orang peserta berasal dari kabupaten kota se NTB.
Sumber: diskop
Jumat, 02 Desember 2016
Kabupaten Bima Bahan Baku Ekonomi Masa Depan
Kabupaten Bima terletak di bagian Timur Pulau Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat, dengan posisi 118 derajat 44” sampai 119 derajat 22”BT dan 08 derajat 08” – 08 derajat 57” LS dan batas-batas wilayah sebagai berikut:
– Sebelah Utara : Laut Flores
– Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
– Sebelah timur : Selat Sape
– Sebelah Barat : Kabupaten Dompu
Kabupaten Bima berpendauduk sekitar 435.000 jiwa dengan luas wilayah mencapai 4.374,65 km2 atau 22,5% dari total luas propinsi NTB. Secara administratif Kabupaten Bima terdiri dari 18 Kecamatan dan 168 desa. Secara topografis wilayah Kabupaten Bima sebagian besar (70%) merupakan dataran tinggi bertekstur pegunungan sementara sisanya (30%) adalah dataran. Sekitar 14% dari propinsi dataran rendah tersebut merupakan areal persawahan dan lebih dari separuh merupakan lahan kering.
Dari aspek iklim, keadaan curah hujan tahunan rata-rata tercatat 80,77 mm atau 6,1 hari per bulan dalam setahun, atau 13 hari per bulan. Dengan dua indikator ini, maka dapat disimpulkan Kabupaten Bima adalah daerah berkategori kering sepanjang tahun, yang terdampak pada kecilnya persediaan air dan keringnya sebagian besar sungai. Suhu udara tertinggi yaitu 34 derajat pada bulan oktober dan terendah 23 derajat pada bulan juli.
Kinerja pembangunan ekonomi Kabupaten Bima selama periode 2005-2009 terus mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan di mana tingkat pertumbuhan ekonomi tumbuh dari 4,56% menjadi 6,02%. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2008 mencapai Rp 2,38 Triliun, sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan sebesar Rp.1,39 triliun. Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi tersebut membawa dampak pada peningkatan pendapatan per kapita dari Rp. 4,82 juta tahun 2007 menjadi Rp. 5,72 juta pada tahun 2008, atau mengalami peningkatan sebesar 5,73%%.
Ada beberapa potensi ekonomi yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bima , yaitu potensi alam, khususnya pertanian lahan datar, hasil laut dan hutan serta perdagangan telah mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi. Beberapa komoditi maupun produk unggulan Kabupaten Bima antara lain, yaitu: bawang merah,sapi, hasil-hasil laut/tambak, kerajinan,garam, mutiara.
Hasil kerajinan Kabupaten Bima cukup terkenal. Sekarang ini banyak baju, jas dan aksesoris lainnya yang terbuat dari kain tenunan Bima. Bahkan kain tenunan Bima pernah dipakai oleh Bapak Presiden SBY ketika acara konferenesi internasional di Bali beberapa tahun silam.
Kerajinan tenun khas bima sudah terus mengalami perkembangan baik dari kualitasnya, desain, motif dan jaringa pemasarannya. Keunikan kerajinan tenun khas Bima selalu menjadi incaran para pembeli ketika mengikuti berbagai kegiatan ekspo di luar daerah, seperti : NTB Expo, Jogja Expo maupun Jakarta Expo.
Hasil mutiara telah dibuat berbagai macam produk hiasan. Budidaya mutiara merupakan budidaya laut yang patut dibanggakan. Kecamatan Sape, Wera dan Langgudu mampu memproduksi mutiara dengan begitu baiknya, permintaan dan kebutuhan pasar di dalam maupun luar daerah begitu tinggi, ini menjadi bukti baiknya kualitas mutiara di Bima.
Selain mutiara, rumput laut telah dikembangkan menjadi berbagai produk makanan. Hasil ikan segar tangkapan yang sangat banyak dan beragam di periaran laut Bima menjadi sumber gizi dan bahan makanan bagi beberapa perusahan makanan. Selain itu Bima juga sangat terkenal dengan Garamnya yang melimpah. Garam merupakan salah satu komoditi ekspor ke luar daerah
Bawang merah merupakan komoditi andalan Kabupaten Bima dan ditanam pada beberapa wilayah kecamatan, diantaranya : Kecamatan Belo, Monta, Sape, Lambu, Ambalawi dan Wera, dengan luas area potensial pengembangan pertanian bawang merah mencapai 7.227 Ha, Hasil produksi mencapai 87.868 ton per tahun dengan luas areal 7.227 ha (BPS, 2008). Hasil bawang telah memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap pendapatan masyarakat. Bawang telah diekspor keluar daerah, seperti bali, jawa, makassar dan banjarmasin.
Sapi merupakan komoditi utama yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Bima. Komoditi sapi hampir berada di seluruh kecamatan dan populasinya terus mengalami peningkatan. Total populasi Sapi di Bima tahun 2010 mencapai 70.000 ekor. Sapi sebagian dijual keluar daerah dan dikonsumsi untuk masyarakat daerah. Setiap tahun sekitar 7.000 ekor sapi dijual keluar daerah.
Sebagaimana diketahui bahwa Pulau Sumbawa sebagai Wilayah Pemurnian Sapi Bali maka tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini memberikan dampak positif antara lain :
– Sapi Bali merupakan salah satu Ras Sapi Asli Indonesia yang sangat tahan terhadap stres iklim dan daya adapatasinya yang cukup baik sehingga menjadi kebanggaan Indonesia.
– Rasa Daging yang sangat khas (Gurih dan tekstur yang halus/ lembut, sangat digemari oleh Negara lain.
– Nilai Karkas cukup tinggi.
Budidaya rumput laut terkonsentrasi pengembangannya pada wilayah Kecamatan Sape, Lambu, Langgudu dan Wera dengan rata-rata produksi per tahun mencapai 171 Ton. Pengolahan yang baik dapat meningkatkan produksi. Budidaya rumput laut akan tetap dikembangkan guna menjawab tantangan pasar yang permintaannya terus mengalami peningkatan setiap tahun. Potensi pesisir yang cocok untuk rumput laut merupakan peluang untuk terus meningkatkan produksi rumput laut di Kabupaten Bima guna memenuhi permintaan ekspor yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Produksi ikan tangkap adalah satu keunggulan Kabupaten Bima, mengingat luasnya potensi perairan laut. Demikian pula dengan lahan tambak yang cukup luas menjadi sumber untuk peningkatan budidaya ikan tawar. (Disadur dari Brosur Ekonomi Mengenal Kabupaten Bima Beserta Potensinya : Bagian Ekonomi Setda Kab. Bima).
Sumber: alanmalingi
Kamis, 01 Desember 2016
NTB Punya Potensi Jadi Pionir Penerapan Jaminan Produk Halal
Nusa Tenggara Barat memiliki potensi menjadi daerah pionir dalam hal penerapan jaminan produk halal.
Wakil Ketua Komisi VIII Ledia Hanifa mengatakan potensi tersebut terlihat dari keseriusan NTB dalam menggarap peraturan daerah terkait dengan produk halal tersebut yang juga diikuti dengan perda wisata halal.
"Meskipun belum selesai tapi kelebihan kelebihan NTB sudah mendahului karena kesiapan pemda dan keterlibatan masyarakat yang cukup baik," ujar Ledia di Kantor Pemprov NTB, Mataram, Selasa (22/11/2016).
Ledia menambahkan pemerintah pusat telah mengeluarkan Undang-undang No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal. Namun, undang-undang tersebut belum dapat berjalan maksimal lantaran pemerintah belum menyelesaikan peraturan turunan untuk penyelenggaraannya. Menurutnya, ketiadaan peraturan turunan dari UU tersebut, menyulitkan langkah pemerintah daerah dalam implementasi di lapangan.
Ledia mengapresiasi pemerintah provinsi NTB terkait keseriusan penyelenggaraan sertifikasi halal dengan adanya Pergub No. 51/2015 tentang Wisata Halal dan Perda No. 2/2016 tentang Pariwisata Halal.
"Kita lihat prestasi wisata NTB luar biasa. Ini sesuatu yang sangat luar biasa, yang belum banyak dilakukan pemerintah lain tapi pemerintah NTB," ujar Ledia.
Ledia juga meminta pemerintah pusat menindaklanjuti dan mendukung apa yang telah dilakukan Pemprov NTB dengan adanya peraturan turunan dari UU tersebut. Lambannya pemerintah dalam penerbitan peraturan turunan dinilai lantaran belum adanya sinkronisasi antar kementerian/lembaga.
"Dukungan paling besar dari pusat adalah menyelesaikan semua peraturan turunan UU No. 33/2014 supaya daerah tidak susah melangkah," tuturnya.
Sumber: industri
Rakoor Data KUMKM Kabupaten Kota Se NTB
Untuk mendapatkan data base Data KUMKM yang dapat dipergunakan sebagai pedoman pengambilan keputusan dalam penetapan kebijakan, program dan kegiatan pemberdayaan koperasi dan UMKM dan menyelaraskan data-data pembinaan dalam konteks pemberdayaan koperasi dan UMKM provinsi dan kabupaten kota se NTB, Dinas koperasi UMKM provinsi NTB tadi pagi menggelar Rapat koordinasi pendataan koperasi dan UMKM dengan kabupaten kota se NTB di Hotel Grand Legi Mataram.
Kepala dinas koperasi UMKM provinsi NTB yang diwakili oleh sekretaris Diskop UMKM NTB Drs.H.Zainul Islam,MM mengatakan saat ini banyaknya hal yang semakin memperkecil ruang gerak koperasi tidak hanya dari sisi aturan,kebijakan dan berkurangnya keberfihakan pemerintah terhadap pembinaan koperasi.
Menyikapi hal tersebut kata H.Zainul, harus bisa memiliki pikiran jernih dan bisa menentukan dari mana kita bisa masuk dalam membina KUMKM. Dari sisi regulasi khususnya permendagri no 32 tahun 2011 berfihaknya sangat besar terhadap koperasi, dimana koperasi boleh menerima hibah tapi dengan keluarnya permendagri no 14 tahun 2016 bahwa koperasi dikategorikan sebagai Nirlaba sehingga tidak diperkenankan untuk difasilitasi dengan bantuan hibah.
“Tentunya ini kita harus berfikir bersama karna Pembina koperasi ini tidak hanya di provinsi tapi yang banyak dikabupaten kota kayaknya koordinasi seperti inilah yang kita perlukan untuk menyamakan persepsi kita, menyamakan langkah-langkah kita dalam rangka kita pembinaan koperasi dan UMKM ke depan. Apa yang harus kita lakukan sejauh mana dari target-target itu bisa kita capai tentunya melalui rapat koordinasi inilah yang bisa kita lakukan”. Kata H.Zainul Islam saat membuka Rakoor.Rapat kali ini, kata H.Zainul untuk mengevaluasi kinerja pembinaan kita di kabupaten kota maupun provinsi terkait dengan program dan kegiatan 2016.
“Setiap kegiatan pasti ada kendalanya, tentunya semua kendala itu bermuara di kabupaten kota. Kami akan menampung sebanyak mungkin kendala-kendala itu untuk kita adakan perbaikan ditahun 2017”. Ujar H.Zainul
Yang kedua, H.Zainul berharap kepada peserta rakoor yang tentunya memiliki data yang sama, karna selama ini, yang namanya data jarang sekali ditemukan data yang falit atau lengkap akibat sering terjadinya perubahan data ditengah jalan. Maka dari itu, dari msaing-masing bidang bisa mengavaluasi, sejauh mana kebenaran dari data tersebut atau kesamaan data yang ada di masing-masing kabupaten kota dan provinsi.
Rapat koordinasi Data KUMKM yang dilaksanakan selama dua hari ini dari tanggal 21 s/d 22 Nopember 2016 ini dihadiri oleh 55 orang yakni dari 25 orang dari provinsi dan 35 orang dari kabupaten kota terdiri dari Kepala dinas yang membidangi koperasi dan UMKM kabupten kota se NTB, Kepala bidang yang membidangi kelembagaan koperasi dan UMKM kabupaten kota se NTB, kasubag program dan pelaporan pada dinas yang membidangi kabupaten kota se NTB.
Sumber: diskop
Jumat, 18 November 2016
SMAN I Bolo Siap Hadapi Lomba CC Perbankan tingkat NTB
SMAN 1 Bolo patut berbangga dengan deretan prestasi. Mengikuti lomba cerdas cermat (CC) tingkat Provinsi NTB, selain tentang Kepemiluan, juga Perbankan. Ada juga stand up commedy yang diwakili guru.
Kepala SMAN 1 Bolo, Saidin, S.Pd, M.Pd mengatakan siswa yang mengikuti lomba CC Perbankan tingkat NTB adalah A’raf Adi Nugroho, Ummu Asyifa, M. Faiji. Sedangkan stand up diwakili oleh guru, Samsul, S.Pd.
Dikatakannya, lomba CC Ke-bank Sentralan meliputi meteri Bank Sentral, Bank Indonesia (BI), Tokoh Ekonomi, serta tentang perbankkan di Pulau Sumbawa. Kegiatan lomba sendiri akan dipusatkan di Sumbawa Besar.
Untuk peserta CC, kata dia, langsung masuk babak semifinal. CC dibagi dalam lima bagian, yang mendapat akumulasi poin tertinggi menjadi juara.
Diharapkannya, peserta CC dapat menembus final dan meraih juara pertama. Untuk diharapkannya dukungan semua civitas sekolah untuk mendukung dan menyiapkan siswa menghadapi lomba tersebut. “Semoga saja bisa mendapat juara,” harapnya didampingi oleh guru pembimbing siswa, Dewi Erisanti, SE.
Apalagi, siswa SMAN 1 Bolo juga akan menghadapi lomba CC Kepemiluan di Mataram.
Sumber: bimakini
Jumat, 11 November 2016
Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bank NTB Konversi ke Bank Syariah
Bank berbasis syariah terus menjadi idola bagi kalangan masyarakat. Hal ini merupakan bentuk positif dari peran bank syariah yang manfaatnya dirasakan. Selain karena adanya larangan praktik riba, prinsip berdasarkan syariah jauh dari ke kegiatan-kegiatan keuangan yang penuh dengan spekulasi.
Sebagai bank yang melaksanakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip syairah Islam, bank syariah beroperasi dengan tuntunan Alquran dan Sunnah. Baru-baru ini, beredar kabar bahwa Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berbasis konvensional akan dikonversi menjadi bank umum syariah.
Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, proses konversi bank konvensional menjadi bank umum syariah sudah diatur dalam peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan OJK. Dengan demikian, proses perizinannya nanti akan dilakukan di Jakarta, termasuk untuk Bank NTB yang berencana transformasi sebagai bank umum syariah.
Lebih lanjut dirinya menilai konversi Bank NTB menjadi bank umum syariah akan berdampak positif bagi perkembangan industri syariah di masa depan. “Konversi dari konvensional ke syariah ini harus memberikan manfaat masyarakat bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Rabu (5/10).
Terkait kekhawatiran beberapa pihak atas wacana tersebut, Soekro enggan berspekulasi mengingat konversi ini sudah melalui sejumlah tahapan sebelumnya sebelum diputuskan. “Ada beberapa tahapan, pertama, tentunya menyiapkan sesuai dengan ketentuan yang diatur OJK, salah satunya semacam penyiapan legalitas, penyiapan infrastruktur, dan penyiapan SDM yang dilakukan Bank NTB,” katanya.
Ia memaparkan konversi menjadi bank umum syariah tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya SDM dan IT yang kuat serta dukungan masyarakat yang ikut andil mendorong pertumbuhan perbankan syariah.
Selain itu, pengembangan industri perbankan syariah, OJK menyambut baik upaya-upaya pemangku kepentingan yang ingin mengembangkan ekonomi syariah. “Alasannya adalah sejak 2008 lalu, Presiden sudah mencanangkan Indonesia harus menjadi sentral ekonomi syariah di dunia,” paparnya.
Karena itu, Presiden Joko Widodo telah membentuk sebuah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan diketuai langsung oleh Presiden. Ia menambahkan, OJK menyambut baik, mendukung dan akan siap mengawal beberapa hal dari sisi konversi sebab ini merupakan amanah Undang-Undang. “Terdapat salah satu pasal di UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah yang mengamanahkan tumbuh kembangnya industri perbankan syariah,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan konversi Bank NTB merupakan salah satu program yang terus dimatangkan. “Hal ini tentu merupakan sebuah langkah besar dan butuh kesungguhan dari semua pihak dan sekaligus menjadi ladang pembelajaran dalam memastikan keseluruhan informasi yang komperhensif, dan langkah yang matang," jelasnya.
Zainul berharap peralihan sistem bank konvensional menjadi bank syariah, tidak mengakibatkan adanya kontra produktif dari publik. “Saya percaya bahwa sistem syariah itu lebih baik. Tetapi operasionalisasinya tentu membutuhkan kemampuan dan sinergi manusia, maka disinilah NTB perlu mempersiapkan manusia yang baik, dan SDM yang mumpuni sehingga keyakinan dan kenyataan sejalan,” pungkasnya.
Sumber: gomuslim
Sabtu, 05 November 2016
PERBANKAN: Penyaluran Kredit Tinggi, LDR di Nusa Tenggara Barat 120%
Penyaluran kredit dan pembiayaan yang dilakukan oleh oleh bank umum baik syariah maupun konvensional di wilayah NTB mengalami peningkatan pertumbuhan.
Nilai penyaluran kredit yang lebih besar dari nilai himpunan dana yang dihasilkan oleh perbankan menyebabkan masih tingginya nilai loan to deposit ratio atau LDR hingga mencapai angka di atas 120%.
“Pertumbuhan penyaluran kredit bank umum mengalami peningkatan dari 13,74% (y-o-y) pada triwulan I/2016 menjadi 14,53% (y-o-y) pada triwulan II/2016,” seperti dikutip dari Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional NTB Periode Agustus 2016, Jumat (9/9/2016).
Peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit tersebut terjadi pada kredit korporasi yang digunakan sebagai modal kerja dan kredit konsumsi. Sedangkan kredit investasi mengalami perlambatan pertumbuhan.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit yang disalurkan oleh bank umum di Provinsi NTB di dominasi oleh kredit konsumsi yaitu sebesar 57,32% dari total kredit, sedangkan porsi kredit produktif yaitu kredit modal kerja dan investasi masing-masing sebesar 31,16% dan 11,52%.
Sementara itu, kredit sektor pertanian dan perikanan yang juga merupakan kategori utama dalam PDRB Provinsi NTB, porsi kreditnya relatif kecil hanya sebesar 1,95% (berdasarkan lokasi bank) dan 1,74% (berdasarkan lokasi proyek) dari total kredit.
Pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan di Provinsi NTB pada umumnya merupakan pelaku usaha individual yang memanfaatkan pembiayaan dari modal sendiri atau pihak lain di luar perbankan.
Sumber: finansial
Selasa, 01 November 2016
Pertumbuhan Ekonomi NTB Tertinggi Nasional
Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menghadiri Munas APPSI (Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) bersama para Gubernur dari Seluruh Indonesia di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (25/11/2015 ) Gubernur didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB.
Munas ini dihadiri oleh presiden Joko Widodo beserta Istri, wakil ketua MPR Oesman Sapta dan beberapa menteri kabinet kerja. Presiden, berkesempatan memberi pangarahan kepada para Gubernur se-Indonesia di Hotel Grand Clarion. Dalam pengarahannya, Presiden menyinggung masalah pertubuhan ekonomi dan serapan anggaran tahun 2015, dari hasil paparan presiden NTB menduduki peringkat pertama dalam pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga 9,86%, selain itu pada serapan anggaran tahun 2015 ntb menduduki perinkat ke 5 secara nasional sebesar 63,6%, Presiden juga meminta kesiapan para Gubernur dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2015 serta situasi dunia pada 2016 dan tahun-tahun selanjutnya.
Sejumlah agenda besar yang dibahas dalam Munas APPSI kali ini antara lain penguatan kapasitas dan eksistensi APPSI dalam kedudukannya sebagai partner pemerintah serta pemilihan Ketua Umum APPSI yang baru.
Sumber Berita: www.teraskreasi.com
ntbprov
Langganan:
Komentar (Atom)

















