Selasa, 03 Januari 2017

Jasa Raharja Bantu UMKM-NTB Melalui Dana Program Kemitraan


Jasa Raharja sebagai Asuransinya Masyarakat Indonesia memiliki 4 Misi penting yang dinamakan “Catur Bakti Ekakarsa Jasa Raharja” dimana diantaranya tidak hanya menjalankan tugas melindungi korban kecelakaan penumpang angkutan umum dan lalu lintas saja, namun juga berkepentingan dalam mendukung pembangunan masyarakat khususnya pada lingkungan sekitar.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada Senin (24/02/2014) Jasa Raharja Cabang NTB menggelontorkan dana Program Kemitraan kepada 9 mitra binaan. “Pada hari ini kami menyalurkan dana Program Kemitraan pada sembilan mitra binaan dengan nilai total dua ratus juta rupiah” Jelas Kanit PKBL Jasa Raharja NTB, Sugeng Hariadi.

Pelaksanaan penyaluran dana Program Kemitraan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja NTB, H. Zainal Arifin bertempat di Ruang Rapat Kantor Jasa Raharja NTB. “Sebelum acara penyaluran ini kami mulai, ada baiknya Bapak dan Ibu mengetahui secara lengkap, siapakah Jasa Raharja dan dari mana dana Program Kemitraan ini dapat kami salurkan.” Buka Kepala Cabang.

Kepala Cabang kemudian memberikan penjelasan bahwa sumber dana Program Kemitraan adalah dari penyisihan laba Jasa Raharja setiap tahunnya. “Namun perlu kami tekankan bahwa, Dana Program Kemitraan merupakan dana bergulir, sehingga ketaatan Mitra Binaan untuk mengangsur setiap bulannya sangat berguna untuk calon mitra binaan selanjutnya yang akan mendapatkan dana bantuan tersebut. “pesan Kepala Cabang.

Kanit PKBL kemudian menjelaskan, bahwa dari 9 mitra binaan yang mendapat penyaluran tersebut terdapat mitra binaan unggulan, yaitu Kerajinan Cukli (hiasan ornamen meubel khas NTB) UD. Lomart Gallery. Disisi lain, Jasa Raharja juga semakin perhatian terhadap kebutuhan masyarakat untuk maju dan berkembang.

Semoga dengan adanya Program Kemitraan yang dilaksanakan oleh Jasa Raharja membuat masyarakat NTB maupun masyarakat Indonesia menjadi semakin maju dan memiliki jiwa enterpreneurship yang tinggi.

Sumber: kampung

Sektor UMKM di NTB Diminta Jeli Lihat Peluang Bisnis


Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Provinsi NTB khususnya di pulau Lombok diharapkan jeli dan tepat dalam menyambut tiap kesempatan untuk berkembang.

Sekretaris Daerah Rosiady H Sayuti mengatakan dengan demikian, roda perekonomian daerah bisa bergulir dengan dorongan dari sektor UMKM tersebut.

"Tantangan bertambah, godaan makin tinggi. Kita berpacu bukan dengan melodi lagi. Kita berpacu dengan waktu, sekarang siapa cepat dia dapat," ujar Rosiady dalam sambutannya dalam Seri Kelas Keuangan UKM Kreatif di Senggigi, Senin (21/11/2016).

Rosiady menambahkan, saat ini peluang yang terbuka lebar ada pada industri kreatif terutama pada industri film, musik, animasi, dan digital.

Lebih lanjut, Rosiady mengatakan saat ini terdapat 644 ribu usaha yang ada di wilayah NTB. Dari jumlah tersebut 89,8% merupakan usaha mikro dan sisanya merupakan usaha kecil. Para pengusaha tersebut dominan menggunakan modal sendiri yang terkadang masih belum jelas struktur pembukuan keuangannya.

Untuk itu, Rosiady berpesan agar para pengusaha UMKM mulai sadar akan pentingnya pembukuan dan rencana keuangan yang terstruktur, agar usaha mereka tersebut dapat naik kelas dan mudah mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan.

Sumber: banten

Minggu, 01 Januari 2017

NTB Pilot Project Pengembangan Ekonomi Syari’ah Nasional


Anggota DPR RI HM Syamsul Lutfi, SE., M. Si menjelaskan, pemerintah pusat telah menunjuk provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pilot project pengembangan ekonomi Syari’ah nasional.

“Ini merupakan gerbang bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi berbasis koperasi syari’ah,” kata Syamsul Luthfi di Pancor Lombok Timur, Ahad (31/7/2016).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, potensi pengembangan ekonomi dengan geliat dunia pariwisata di daerah ini sangat dirasakan oleh masyarakat NTB pada umumnya.

“NTB sebagai pilot project ekonomi syari’ah diharapkan mampu mendirikan dan mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mendirikan koperasi syari’ah,” pungkas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Syamsul Luthfi yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur ini menjelaskan, provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan terbentuknya 500 koperaai syari’ah. Karena itu, dia berharap peran Satuan Tugas (Satgas) Hamzanwadi bisa menjadi pelopor pembentukan koperasi syari’ah yang merupakan agenda besar bagi provinsi Nusa Tenggara Barat itu.

Hal yang mendalam yang perlu dilakukan sejak dini, menurut Syamsul Luthfi, yakni memperkuat managemen ekonomi. Pelatihan korelasi syari’ah perlu ditingkatkan guna mencapau tujuan.

Ditunjuknya Pemprov NTB sebagai Pilot Project ini, imbuhnya, tentu memiliki dasar. Terlebih NTB salah satu daerah yang mayoritas berpenduduk muslim. Sehingga tidak heran, NTB mendapatkan penghargaan di bidang pariwisata berlabel wisata halal. Ini harus ditopang dengan pergerakan ekonomi secara syari’ah juga agar memiliki keseimbangan.

Sumber: lombokita

Jumat, 23 Desember 2016

Penelitian KPJU Unggulan UMKM Provinsi NTB Tahun 2012


RINGKASAN EKSEKUTIF

Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan UMKM
Provinsi Nusa Tenggara Barat – Tahun 2012

Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM tahun 2012 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan dengan tujuan (1) Mengenal dan memahami profil daerah, profil UMKM, kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah yang terkait dengan pengembangan UMKM, dan peranan perbankan dalam pengembangan UMKM, (2) Memberikan informasi tentang KPJU unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di suatu kabupaten/kota dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja; serta meningkatkan daya saing produk, (3) Memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pengembangan KPJU unggulan.

Penetapan KPJU unggulan dilakukan secara bertingkat yang diawali dengan penetapan KPJU unggulan pada tingkat kecamatan, kemudian tingkat kabupaten/kota dan terakhir pada tingkat provinsi. Hasil penetapan KPJU unggulan pada tingkat kecamatan merupakan kandidat KPJU unggulan tingkat kabupaten/kota yang proses penetapannya dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penetapan KPJU unggulan pada tingkat provinsi menggunakan hasil proses agregasi KPJU unggulan tingkat kabupaten/kota.

Dari agregasi dan pengolahan lebih lanjut terhadap KPJU tingkat Kabupaten/Kota dapat disimpulkan pada tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat diperoleh 10 KPJU unggulan: usaha budidaya padi sawah, usaha budidaya jagung, wisata pantai/bahari, usaha budidaya rumput laut, usaha budidaya ternak sapi, usaha kerajinan tenun, usaha penangkapan ikan dilaut, usaha budidaya jambu mete, usaha budidaya buah mangga, dan usaha budidaya cabe rawit.

Secara umum rekomendasi untuk pengembangan UMKM-KPJU unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah (1) KPJU unggulan seyogyanya dituangkan atau dikukuhkan ke dalam bentuk ketentuan hukum (SK Gubernur/Bupati/Walikota), atau dituangkan di dalam RPJM Provinsi/Kabupetan/Kota atau Renstra SKPD terkait, (3) Pengembangan KPJU unggulan perlu dilakukan melalui pendekatan Klaster yang terintegrasi menurut rantai nilai dari hulu ke hilir, (2) Perlu dikembangkan informasi tentang Profil Investasi serta Penyusunan Lending Model (model pembiayaan) bagi UMKM untuk pengembangan KPJU unggulan, (4) Perlu peningkatan pelaksanaan kebijakan dan program dalam rangka memfasilitasi akses dan pengembangan pasar, (5) Perlu peningkatan peran dan fungsi kelembagaan pendamping seperti Business Development Services (BDS) atau Inkubator Bisnis UMKM dengan dukungan Perguruan Tinggi dan Instansi terkait, (5) Perlu menumbuh-kembangkan wirausaha baru untuk KPJU unggulan (6) Perlu peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM KPJU melalui pengembangan atau penguatan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) atau Lembaga Pembiayaan Alternatif (LPA), penyertaan Pemerintah Daerah yang lebih intensif dalam bentuk penyertaan dana jaminan pembiayaan UMKM pada Bank Pembangunan Daerah, (7) Perlu peningkatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) pada BUMN dan BUM-Daerah dan (8) Perlu peningkatan peran lembaga Perbankan dalam pemberian akses pembiayaan untuk KPJU unggulan bagi UMKM.

Sumber: bi

Rabu, 21 Desember 2016

Penanaman Modal Di Kabupaten Lombok Timur


Potensi dan peluang investasi di Kabupaten Lombok Timur cukup menjanjikan. Keunggulan akan sumber daya alam yang ada sangat potensial untuk bisa dikembangkan menjadi usaha yang produktif yang akan memberikan nilai tambah yang tinggi. Demikian pula dengan sumber daya manusia yaitu penduduk yang jumlahnya lebih dari satu juta jiwa akan merupakan pasar potensial untuk pasar produk barang dan jasa.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, para investor selama ini sudah menanamkan modalnya pada berbagai jenis dan bidang usaha. Penanaman modal dilakukan melalui fasilitas Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Untuk PMA, sampai dengan tahun 2012, jumlah investor yang masuk ke Lombok Timur sebanyak 37 investor yaitu dengan realisasi investasi mencapai US$ 75 juta.

Sebagian besar PMA bergerak pada bidang pariwisata yaitu sebanyak 22 perusahaan. Adapun kawasan wisata yang paling banyak diminati adalah Lombok Timur bagian selatan khususnya di kecamatan Jerowaru.
Kemudian investasi di bidang industri dan pertambangan sebanyak 6 perusahaan. Di bidang pertanian ada 5 perusahaan dan pada usaha perikanan terdapat 4 perusahaan.

Kalau dilihat dari lokasi investasi, sebagian besar PMA mengarah ke 2 kecamatan yaitu Jerowaru di selatan dan Sambelia di utara. Itu terutama karena potensi wisata dan perikanannya. Ini menunjukkan juga bahwa kedua kecamatan itu memiliki prospek cerah untuk berkembang menjadi kawasan yang maju di masa mendatang.

Sedangkan untuk PMDN, sampai dengan tahun 2012, jumlah investasi yang masuk ke Lombok Timur sebanyak 11 perusahaan, dengan realisasi investasi mencapai Rp. 12 milyar.

Sama dengan perusahaan PMA, perusahaan PMDN juga bergerak pada bidang yang kurang lebih sama yaitu perikanan dan pariwisata. Lokasi yang di minati adalah kecamatan Jerowaru dan Sambelia.

Diluar perusahaan PMA dan PMDN yang melaksanakan usahanya mengacu pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, tentu saja ada ribuan perusahaan lainnya yang berbadan hukum maupun usaha perorangan yang tidak menggunakan fasilitas PMA maupun PMDN menggerakkan berbagai kegiatan usaha di Lombok Timur.
Penanaman modal melalui fasilitas PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), serta yang non fasilitas memegang peran penting bagi pembangunan ekonomi daerah. Dengan investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun diharapkan akan semakin meningkatkan dinamika dan pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan meningkatkan peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Karena itulah pengenalan akan potensi dan peluang investasi yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Timur perlu terus dilakukan.

Kaitannya dengan itu, Blog yang sederhana ini akan memberikan informasi mengenai data dan informasi menyangkut potensi dan peluang investasi di Kabupaten Lombok Timur yaitu mulai dari sektor pertanian tanaman pangan, hingga pertambangan. Diharapkan blog ini bisa memberikan gambaran awal kepada calon investor mengenai peluang investasi yang ada.

Sumber: investasilomboktimur

Bisnis Perdagangan di Mataram


Kota Mataram kini semakin padat. Jarang sekali orang mendapatkan tanah yang masih kosong. Terutama di pusat kota. Kalaupun ada harganya akan sangat mahal. Kebanyakan sudut kota menjadi pusat pertokoan. Bisnis perdagangan di Mataram sedang berkembang. Sejak beberapa tahun lalu jumlah usaha di Mataram jumlah meningkat. Misalnya di Jalan Catur Warga yang sebelumnya tidak begitu ramai. Sekarang telah berubah menjadi pertokoan. Berbagai usaha tersedia seperti usaha komputer, fashion, bakery.

Masyarakat Mataram memiliki minat yang cukup besar terhadap bisnis. Daerah Gomong, Cakranegara, dan Ampenan juga memberikan peluang bisnis. Apakah karena masyarakat semakin komsumtif atau karena hal lain.

Berbeda dengan pertokoan di sepanjang jalan. Mataram Mall memiliki banyak peminat sejak dulu. Baru-baru ini telah dibuka Mataram Mall 2 tepat di belakang Mataram Mall 1. Sebagai pusat pertokoan termegah khususnya di Mataram,Mall menjadi pilihan masyarakat untuk berbelanja atau sekedar jalan-jalan. Segala jenis kebutuhan masyarakat tersedia di sini. Mataram Mall juga sangat digemari para remaja yang ingin memperoleh hiburan seperti karaoke, bom-bom car, fun city.

Sumber: blogmataram

Kamis, 15 Desember 2016

Pertumbuhan Ekonimi di Dompu Meningkat


Pemerintah pusat telah menetapkan Nusa Tenggara Barat  sebagai lumbung jagung nasional. Ada tiga kabupaten untuk pengembangan jagung yakni Kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Dompu  Syahroni mengatakan masyarakat Dompu siap untuk menjalankan target dari pemerintah sebagai lumbung jagung.

“Untuk Dompu, terkait luas tanam. Kemarin luas lahan dari 36 ribu hektar maka di tahun 2017, kami ditargetkan menjadi dua kali lipat menjadi 64 ribu hektar. Sebenarnya kami di Kabupaten Dompu, responnya luar biasa,” kata Syahroni dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Minggu (13/11/2016).

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) juga telah siap. Jika dibandingkan dengan padi, penerapan teknologi untuk jagung lebih cepat. Begitupula dengan bibit, dipastikan tidak ada kendala. Bibit jagung di Dompu adalah berkualitas baik. Hampir 95 persen, bibit jagung yang dipakai adalah jenis hybrida.

Namun ada dua kendala yang dihadapi oleh petani jagung. Pertama adalah kepastian harga. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, produksi jagung melimpah namun harga tidak bagus. Untung saja pemerintah pusat menerbitkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung sehingga harga jagung 2016, memuaskan petani. Harga jagung Rp3.500/Kg. Dia yakin dengan HPP, harga jagung yang tidak menentu, dapat diatasi. Kendala kedua adalah pupuk bersubsidi. Selama ini pupuk bersubsidi lebih banyak diperuntukan untuk tanaman padi. Padahal jagung juga butuh pupuk.

"Peningkatan produksi jagung tergantung pupuk bersubsidi. Pupuk selama ini lebih banyak untuk padi. Padahal jagung juga butuh," tegasnya.

Sumber: rri

 
biz.