Kamis, 15 Desember 2016

Pertumbuhan Ekonimi di Dompu Meningkat


Pemerintah pusat telah menetapkan Nusa Tenggara Barat  sebagai lumbung jagung nasional. Ada tiga kabupaten untuk pengembangan jagung yakni Kabupaten Bima, Sumbawa dan Dompu.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Dompu  Syahroni mengatakan masyarakat Dompu siap untuk menjalankan target dari pemerintah sebagai lumbung jagung.

“Untuk Dompu, terkait luas tanam. Kemarin luas lahan dari 36 ribu hektar maka di tahun 2017, kami ditargetkan menjadi dua kali lipat menjadi 64 ribu hektar. Sebenarnya kami di Kabupaten Dompu, responnya luar biasa,” kata Syahroni dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Minggu (13/11/2016).

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) juga telah siap. Jika dibandingkan dengan padi, penerapan teknologi untuk jagung lebih cepat. Begitupula dengan bibit, dipastikan tidak ada kendala. Bibit jagung di Dompu adalah berkualitas baik. Hampir 95 persen, bibit jagung yang dipakai adalah jenis hybrida.

Namun ada dua kendala yang dihadapi oleh petani jagung. Pertama adalah kepastian harga. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, produksi jagung melimpah namun harga tidak bagus. Untung saja pemerintah pusat menerbitkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung sehingga harga jagung 2016, memuaskan petani. Harga jagung Rp3.500/Kg. Dia yakin dengan HPP, harga jagung yang tidak menentu, dapat diatasi. Kendala kedua adalah pupuk bersubsidi. Selama ini pupuk bersubsidi lebih banyak diperuntukan untuk tanaman padi. Padahal jagung juga butuh pupuk.

"Peningkatan produksi jagung tergantung pupuk bersubsidi. Pupuk selama ini lebih banyak untuk padi. Padahal jagung juga butuh," tegasnya.

Sumber: rri

AdminNTB

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

 
biz.