Minggu, 01 Januari 2017
NTB Pilot Project Pengembangan Ekonomi Syari’ah Nasional
Anggota DPR RI HM Syamsul Lutfi, SE., M. Si menjelaskan, pemerintah pusat telah menunjuk provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pilot project pengembangan ekonomi Syari’ah nasional.
“Ini merupakan gerbang bagi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi berbasis koperasi syari’ah,” kata Syamsul Luthfi di Pancor Lombok Timur, Ahad (31/7/2016).
Menurut politisi Partai Demokrat ini, potensi pengembangan ekonomi dengan geliat dunia pariwisata di daerah ini sangat dirasakan oleh masyarakat NTB pada umumnya.
“NTB sebagai pilot project ekonomi syari’ah diharapkan mampu mendirikan dan mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mendirikan koperasi syari’ah,” pungkas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.
Syamsul Luthfi yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur ini menjelaskan, provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan terbentuknya 500 koperaai syari’ah. Karena itu, dia berharap peran Satuan Tugas (Satgas) Hamzanwadi bisa menjadi pelopor pembentukan koperasi syari’ah yang merupakan agenda besar bagi provinsi Nusa Tenggara Barat itu.
Hal yang mendalam yang perlu dilakukan sejak dini, menurut Syamsul Luthfi, yakni memperkuat managemen ekonomi. Pelatihan korelasi syari’ah perlu ditingkatkan guna mencapau tujuan.
Ditunjuknya Pemprov NTB sebagai Pilot Project ini, imbuhnya, tentu memiliki dasar. Terlebih NTB salah satu daerah yang mayoritas berpenduduk muslim. Sehingga tidak heran, NTB mendapatkan penghargaan di bidang pariwisata berlabel wisata halal. Ini harus ditopang dengan pergerakan ekonomi secara syari’ah juga agar memiliki keseimbangan.
Sumber: lombokita
