Rabu, 14 Desember 2016
Pertumbuhan IPM KSB tertinggi di NTB
Pertumbuhan IPM KSB tertinggi di NTB “ 13 Tahun Sumbawa Barat, Zero Horizontal Conflick “ Sumbawa Barat Pataka Kabupaten Sumbawa Barat dikirab oleh masyarakat adat,dari Suku Samawa, Sasak, Mbojo, Jawa, Bali, Bugis, Makasar, dan lain-lainnya.
Mereka terdiri dari umat Islam, Hindu, Kristen, yang hidup rukun dan harmonis, dalam naunganBhinneka Tunggal Ika. Kerukunan dan keharmonisan masyarakat Sumbawa Barat telah terwujud dan terbina selama ini, sehingga menjadiKabupaten Zero Horizontal Conflict, Ungkap Bupati Sumbawa Barat, DR, Ir H W Musyafirin MM dalam sambutannya pada prosesi peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke XIII Kabupaten Sumbawa Barat, bertempat di Lapangan Graha Fitrah (KTC) Sumbawa Barat, pada Minggu (20/11) pukul 08.00 wita.
Menurutnya, dalam perjalanan 10 tahun pertama, pemerintah telah berhasil meletakkan fondasi bagi terbentuknya KSB, sebagai daerah otonom baru, dan menghasilkanbeberapa prestasi di level regional,nasional, bahkan internasional.Untuk itu, dengan rasa syukur kepada Allah dan ketulusan hati nurani yang paling dalam. “Saya atas nama warga Sumbawa Barat menghaturkan terima kasih kepada Yang Tercinta: Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM dan Drs. H. Mala Rahman,” cetus Bupati. Pada titik berikutnya, Bupati beserta Wakil Bupati dengan penuh rasa syukur kepada Allah mengucapkan terima kasih kepada warga KSB. “Telah mempercayai kami berdua untuk mengemban amanat kepemimpinan.
Kami telah dan Insya Allah akan terus berupaya untuk melaksanakan janji kami untukmewujudkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat yang berkeadilan menuju Kabupaten Sumbawa Baratsejahtera berlandaskan gotong-royong,” janji Bupati. Perwujudan dari visi misi tersebut adalah Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Melalui kesempatan itu pula Ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD KSB yang telah membahas dan membentuk Peraturan Daerah tentang PDPGR,sehingga Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) pun memberikan penghargaan sebagai Kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki Perda Pemberdayaan Gotong Royong, dan tuntas menyelesaikan 6.126 unit jambandalam masa 100 hari kepemimpinan kami (17 Februari – 27 Mei 2016).
“Perkenankan pula saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Gubernur NTB, Dr. TGH. Zainul Majdi, MA. yang telah me-launching PDPGR pada tanggal 27 April 2016,” terang Bupati Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim dan Agen PDPGR, sebagai salah satu ujung tombak keberhasilan pelaksanaangotong royong jambanisasi dan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kalian memang luar biasa!Keberadaan para agen merupakan instrumen efektif untuk membantu mensukseskan sebagai program pemerintah, karena di samping sebagai pensggerak gotong royong, juga mengemban peran sebagai pendamping peningkatan PAD, Agen Kamtibmas, Agen Pengentasan Kemiskinan, Agen Peningkatan Produktivitas Ekonomi, bahkan mulai saat ini akan diberi tanggung jawab baru sebagai Agen PemberantasanPungli di KSB. “Saya yakin, jika para agen dan kita semua terus-menerus bekerja dengan Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh, maka Allah SWT dan semua pihak akan memberikankelapangan kepada kita,” tukasnya.
Di awal masa kepemimpinan ini, lanjut Firin menambahkan, Ia melakukan perubahan paradigma pelayanan birokrasi yang dapat dirangkum dalam tiga hal, yaitu Dari hubungan vertikal (atas – bawah) menjadi hubungan horizontal yang setara; Dari sikap eksklusif, yang berjarak dengan masyarakat,menjadi sikap inklusif yang berbaur dengan masyarakat; Dari sikap individual, yang berpusat pada kepentingan pribadi menjadi sikap komunal, yang beredar pada kepentingan sosial. Untuk mewujudkan perubahan paradigma birokrasi, dan memantauserta mengendalikan terselenggaranya fungsi pelayanan, yang menjangkau semua kebutuhan dan masalah riil masyarakat, “kami membentuk Forum Pelayanan Setara dan Inklusif Andalan yang disingkat Forum YASINAN setiap kamis malam jumat, yang sudah terlaksana selama lebih dari 2 tahun, denganMagrib berjamaah, membaca surat Yasin, shalat Isya’ berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pengaduan masyarakat,” terangnya.
Pada moment peringatan Harlah Ke XIII KSB, turut serta Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),Kementerian Keuangan RI, untukmenandatangani MoU dengan Pemerintah Daerah tentang Pemberian Beasiswa S2 dan S3 bagi Warga Sumbawa Barat. “SelamatDatang Pak Direktur, semoga ini menjadi salah satu bentuk solusiyang diberkati oleh Allah SWT,” timpal Haji Firin. Melanjutkan programkesehatan gratis dan memperhatikan amanat Undang-Undang tentang Jaminan Kesehatan Nasional, makaberkat kerja IJS para agen, telah berhasil mendaftar 99% warga KSB sebagai peserta BPJS, sehingga KSB menjadi yang pertama di NTB dalam Cakupan Semesta Jaminan Kesehatan.
Kepada para lansia dan penyandang disabilitas, oleh pemerintah memprogramkan Kartu Pariri, dan berhak mendapatkan santunan bulanan. Kami juga memberikan bantuan permodalan dan stimulus bagi masyarakat tidak mampu di bidang pertanian dalam arti luas, dan UMKM, dalam bentukKartu Bariri. Yang telah di saksikan pada awal upacara Peringatan Harlah Ke 13 (XIII), telah dilakukanpenandatanganan MoU antara Bank-Bank BUMN dan PT Pos dengan Pemerintah Daerah, kemudian setelah ini, akan dilanjutkan dengan launching kartu-kartu tersebut. Sedangkan pembangunan di bidang kepemudaan dan olah-raga akan terus ditingkatkan. Dalam hal ini, Ia memberikan apresiasi bagi para atlit KSB yang memperkuat Kontingen NTB dan berhasilmenyumbangkan enam medali pada PON ke-19 Tahun 2016 di Jawa Barat. Dalam bidang mentalkeagamaan, beberapa Peraturan Bupati yang mengatur tentang Pembinaan Akhlak di Lembaga Pendidikan, Pelaksanaan Ibadah, telah diaktifkan. Hal ini sebagai upaya untuk pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di seluruh penjuru, serta Gerakan Memakmurkan Masjid di seluruh pelosok Kabupaten Sumbawa Barat.
Dunia Pariwisata di KSB sudah menggeliat. Beberapa destinasi wisata alam yang ada di KSB mulai dikenal luas, seperti Pantai Lawar, Pantai Trophy, Pantai Jelenga yang ketiganya dikenal sebagai tempatsurfing berkelas dunia; Desa Mantardengan klasifikasi dunia untuk paralayang; dan Gugusan Gili Balu yang menawarkan pemandangan laut spektakuler dan menjadi kawasan pariwisata berwawasan lingkungan (ecotourism). Saat ini, di Pulau Kenawa, salah satu pulau kecil dalam Gugusan Gili Balu tersebut sedang diselenggarakan Earthship Training, pelatihan arsitektur ramah lingkungan, selama empat pekan diikuti oleh arsitektur dunia dari 43 negara, dan dimentori oleh Michael E. Reynolds, Arsitek kenamaan Amerika Serikat. Untuk hal ini, kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT. ESL dan PT. Eco Region Indonesia. Untuk memudahkan konektivitas wisatawan ke KSB,kapal cepat Datu Seran telah mulai dioperasikan dalam penyeberangan Labuh Lalar – Senggigi.
Upaya lainnya adalah dengan meningkatkanstatus dan kapasitas bandara di Sekongkang yang saat ini masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan. Selain potensi yang berlimpahtersebut, Sumbawa Barat memilikikekayaan yang terkandung di perut bumi. Dalam hal ini, “kami ucapkan Selamat Datang kepada PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang menggantikan PT. Newmont Nusa Tenggara, sebagai perusahaan yang melakukan penambangan tembaga dan emas di Batu Hijau,” tandasnya. Dalam kesempatan yang berharga ini, Ia pun menyampaikan harapan masyarakat KSB, agar kehadiran PT. AMNT sebagai perusahaan nasional dapat memberikan manfaat yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.Demikian pula dengan PT. Indotan yang akan bekerjasama dengan PT. Antam, Ia pun berharap dapat membantu dalam menanggulangi masalah merkuri dan zat kimia lain yang mengancam lingkungan hidup di Sumbawa Barat. Kehadiran perusahaaninvestasi di KSB seringkalimenimbulkan masalah ketenagakerjaan. Para pencari kerjalokal asal KSB seringkali berhadapan dengan kualifikasi keterampilan yang tidak dimiliki. Oleh karena itu, keberadaan Balai Latihan Kerja di Poto Tano menjadi sangat dibutuhkan.
Alhamdulillah, AllahSWT memberi hadiah pada harlah ke-13 ini berupa hibah BLK beserta lahan di Poto Tano dari Kementerian Tenaga Kerja (Menakertrans) RI ke Pemerintah KSB. “Maka sangatlah patut, mewakili segenap warga KSB, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri,yang bukan saja menyertai kita hariini, bahkan beliau pun kita harapkannantinya menyatakan komitmen untuk segera mendayagunakan BLK dengan menggelontorkan seluruh peralatan pelatihan kerja yang dibutuhkan,” kata Haji Firin. Kembali disinggung Haji Firin, adalah fakta bahwa KSB memiliki Laju Pertumbuhan IPM KSB tertinggi di NTB, dan termasuk 20 besar di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia sebesar 107,07 %. Sayangnya,tingkat inflasi di KSB masih cukup tinggi.
Dari kajian berbagai pihak,pihanya menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang berpengaruh adalah jarak tempuh transportasi komoditi. Untuk itu, Ia mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar Dermaga Labuhan Lalar dapat dimasukkan ke dalam jalur LintasanTol Laut Nasional. “Kami jugamemohon dukungan dan bantuan dari semua pihak, wa bil khusus dari al-Mukarram, Gubernur NTB,” pintanya. Terkait dengan KSB sebagai Pusat Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-36 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumbawa Barat telah menjadi salah satu Lumbung Pangan NTB berkat perluasan lahan tanam padi mencapai 120%, luastanam jagung mencapai 200%, rerata produksi padi yang lebih tinggi dari rerata produksi padi nasional, dan menjadi daerah swasembada pangan penyedia 40 ribu ton beras bagi daerah lain. Di samping itu, KSB sudah memproduksi benih jagung hibrida lokal untuk kepentingan sendiri.
Untuk hal ini, Ia menghimbau perkenan kepada Gubernur NTBmembuka Peringatan Hari PanganSedunia ke-36 tersebut sekaligus meluncurkan Jagung Hibrida Lokal produksi KSB yang berlabel IJS-KSB, dan juga berkenan mencanangkan Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, sebagai Desa Merica dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Di penghujung acara kembali Bupati KSB, DR, Ir H W. Musyafirin, beserta Wakil Bupati, Fud Syaifuddin,menyampaikan mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan yang pasti ada dalam masa kepemimpinannya selama Sembilan bulan ini. “Kami mohon keikhlasannya untuk terus mendukung dan membantu kami dengan teguran, nasehat, usul dan saran, juga dengan kritik yang solutif.
Tak kalah pentingnya, kami mohon do’a semoga Allah senantiasa menggandeng tangan kami dalam mengemban amanat kepemimpinan KSB. Saya ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bersusah-payah menyelenggarakan semua kegiatan untuk memeriahkan Hari Lahir KSB ke-13 ini. Juga kepada warga KSB yang dengan penuh semangat dan antusias mengikuti dan menyemarakkan seluruh rangkaian kegiatan. Mari kita bangun persatuan, Mari kita kelola perbedaan-perbedaan, Secara Ikhlas, Jujur, dan Sungguh-sungguh, Dirgahayu KSB! Dirgahayu Sumbawa Barat,” pungkasnya. Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam moment memperingati Harlah KSB Ke 13 antara lain Direktur Utama LPDP Kementerian Keuangan RI, Bapak Eko Prasetyo, DirekturPerencanaan dan PengembanganBPJS Kesehatan, Bapak Mundiharno, Anggota DPD RI Dapil NTB, Ibu Baiq Diyah R Ganefy, Bupati/Walikota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat atau pejabat yang mewakili, Ketua & Anggota DPRD KSB, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat , Inisiatordan Pejuang Pembentukan KSB, AWarga KSB di rantauan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, PimpinanOrmas dan LSM se-KSB, Para Agen PDPGR, Para Pendidik, dan Para Guru Mengaji se-KSB.
Sumber: kabarsamawa
